Berita Ekonomi Bisnis

Telkom Bidik 1,6 Juta Pelanggan IndiHome

"Dengan jumlah pelanggan yang trend-nya terus naik, kami akan meningkatkan FTTH hingga 1,6 juta port untuk 1,6 juta pelanggan," ujarnya, kepada Surya,

Telkom Bidik 1,6 Juta Pelanggan IndiHome
surya/mujib anwar
Deputy EVP Infrastructure Telkom Regional V Jabanusa Raden Rijanto Utomo 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Telkom Regional V Jatim, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) membidik 1,6 juta rumah tangga pelanggan IndiHome yang menggunakan jaringan fiber optik, yakni fiber to the home (FTTH).

Deputy EVP Infrastructure Telkom Regional V Jabanusa Raden Rijanto Utomo mengatakan, cukup tingginya targetnya pelanggan yang dibidik tersebut, karena kapasitas FTTH yang berada di wilayah Jabanusa saat ini sudah mencapai 1,2 juta port, yang bisa dipasang di 1,2 juta rumah tangga.

"Dengan jumlah pelanggan yang trend-nya terus naik, kami akan meningkatkan FTTH hingga 1,6 juta port untuk 1,6 juta pelanggan," ujarnya, kepada Surya, Minggu (2/10/2016).

IndiHome merupakan layanan Triple Play dari Telkom yang terdiri dari internet on fiber atau high speed internet, telepon rumah, dan IPTV (UseeTV Cable) beserta beberapa fitur tambahan, seperti IndiHome View, MelOn dan Trend Micro Security System.

Menurut Rijanto, dari 1,2 juta port, untuk wilayah Jatim, sebagian besar dari 38 kabupaten/kota sudah bisa mendapatkan layanan IndiHome. Karena jangkauan layanan fiber optik lebih luas, yakni antara 70 sampai 80 kilometer.

Sehingga, untuk memasang IndiHome ke pelanggan, selama rumahnya masih berada di zona 80 kilometer, tinggal memasang perangkat teknologi khusus dan IP Address saja.

Inilah bedanya fiber optik dengan kabel tembaga yang sebelumnya dipakai Telkom. Fiber optik bisa beradaptasi dengan berbagai macam teknologi baru.

Selain itu, teknologi lama menggunakan tembaga, kapasitas kemampuannya hanya 5 sampai 6 Mbps. Sedangkan sedangkan fiber optic kemampuan koneksinya bisa mencapai 40 Gbps.

"Tegasnya, dengan langganan IndiHome, sama dengan punya server sendiri di rumah," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Meski demikian, Rijanto mengakui bahwa sejumlah titik wilayah belum bisa dilayani oleh fiber optik Telkom. Seperti, daerah pegunungan dan kepulauan Kangean.

Untuk pelanggan IndiHome, Rijanto menyebut hingga bulan September jumlahnya sudah mencapai 350.000 rumah tangga.

Mereka adalah pelanggan yang melakukan migrasi layanan dari kabel tembaga ke fiber optik. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 400.000 per bulan.

"Dengan terus bertambahnya pelanggan, kita akan terus mending agar semua rumah ke depan tersambung FTTH. Seperti PDAM dan PLN," tandasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved