Kejahatan Dimas Kanjeng

Wanita dari Makassar Setor Rp 300 Miliar ke Dimas Kanjeng, Ada Indikasi Dia Diracun

Racun jenis ini walau orangnya telah meninggal dunia yang cukup lama bisa dideteksi lewat rambut dan kuku.

Wanita dari Makassar Setor Rp 300 Miliar ke Dimas Kanjeng, Ada Indikasi Dia Diracun
zainuddin
KORBAN DIMAS KANJENG - Najmur, anak Najmiah asal Makassar, Sulawesi Selatan, saat melapor ke Polda Jatim, 30 September 2016. Ia tunjukkan bukti baran-barang palsu pemberian Dimas Kanjeng. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim akan menyelidiki kematian korban penipuan penggandaan uang Rp 300 miliar, Najmiah asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Diduga, kematian korban yang menjadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu disebabkan setelah minum ramuan cair bening dari Dimas Kanjeng yang juga tersangka otak pembunuhan Abdul Gani ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono didampingi Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiansyah, menjelaskan pihaknya masih menerima laporan penipuan dari korban.

Namun kasus penipuan ini akan dikembangkan ke kasus lain karena korban Najmiah meninggal dunia.

"Laporan sementara penipuan tapi nanti akan dikembangkan. Tentunya membutuhkan waktu," ujar Kombes Argo, Sabtu (1/10/2016).

Apakah korban Najmiah diracun?

Perwira tiga melati di pundak itu tidak bisa berkomentar karena harus dibuktikan lebih dulu. Untuk mengungkpan dugaan orang diracun atau tidak harus disertai bukti yang kuat.

"Tentunya penyidik akan mencari informasi atau data pada rumah sakit yang menangani korban Najmiah. Apa diagnosanya saat korban masuk rumah sakit," paparnya.

Kombes Argo juga tidak berani berspekulasi apakah makam korban Najmiah nantinya dibongkar atau tidak.

Sekarang ini penyidik masih fokus pada laporan, anak korban Muhammad Najmur ke Polda Jatim, Jumat (30/9) kemarin.

Halaman
123
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved