Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

UPN Veteran Jatim Ajak Kaji Kurikulum Bela Negara

Kami akan mendapat sumber koreksi dari Kemenristek dan Kemenhan. Dari sifatnya dinamis ditetapkan di muatan lokal menjadi kewajiban .

sulvi sofiana
Rektor UPN Jatim, Teguh Soedarto dalam Seminar dan Loka Karya Nasional “Bela Negara” serta Grand Design Kurikulum Bela Negara dan Rancangan Implementasinya di gedung Techno Park UPN Jatim, Sabtu (1/10/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim mengajak perguruan tinggi lain untuk mengkaji kurikulum bela negara.

Hal ini dikemas dalam Seminar dan Loka Karrya Nasional “Bela Negara” serta Grand Design Kurikulum Bela Negara dan Rancangan Implementasinya di gedung Techno Park UPN Jatim, Sabtu (1/10/2016).

Rektor UPN, Teguh Soedarto menjelaskan grand design ini ditujukan untuk memperkenalkan kurikulum bela negara yang selama ini diterapkan. Penerapan dilakukan sebesar 3 sistem kredit semester (SKS), dengan 2 SKS teori dan 1 SKS praktik.

“Penerapannya sudah bentuk mata kuliah bela negara di UPN. Nah grand design untuk perguruan tinggi lain ini bisa disesuaikan dengan muatan lokalnya,” tuturnya.

Penerapan mata kuliah bela negara ini, lanjutnya, merupakan pengembangan dari mata kuliah widya mwat yasa. Dengan pertemuan antar perguruan tinggi ini, diharapkan grand desain yang ada di UPN bisa didiskusikan dan dibuat dinamis.

“Kami akan mendapat sumber koreksi dari Kemenristek dan Kemenhan. Dari sifatnya dinamis ditetapkan di muatan lokal menjadi kewajiban karena sudah termuat di undang-undang,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, UPN telah berupaya menggagas agar kurikulum sejak 2010 ini agar bisa dijadikan modal dasar menyusun kurikulum nasional.

Menanggapai grand design kurikulum Bela Negara, Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Timbul Siahaan mengungkapkan kurikulum Bela Negara bisa diterapkan dengan fleksibel melalui berbagai mata kuliah. Tidak harus statis seperti NKRI harga mati. Tetapi lebih kepada menerapkan berbagai sikap kecintaanbtanah air misalkan dalam seni budaya dalam mewujudkan kecintaannya.

“Nilai-nilai bela negara harus hadir dalam kurikulum ini, seperti menjaga keutuhan, cinta tanah air, rela berkorban,”tuturnya.

Sedangkan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Paristiyanti Nurwadani mengungkapkan kurikulum bela negara merupakan pengembangan dari upaya pembentukan karakter bangsa.

Karena menurutnya perkembangan saat ini mahasiswa cenderung kurang inovatif,kurang melek media dan teknologibhingga kemampuan kepemimpinan yang kurang.

“Semangat bela negara bisa diterapkan dalam berbagai karya, kreativitas,inovasi yang berwawasan global berbasis nusa untuk kepentingan bangsa,” lanjutnya.

Iapun menjelaskan, kurikulum bela negara juga bisa diterapkan di setiap mata kuliah umum seperti di ITB,IPB, bahkan UI. Kampus-kampus tersebut menurutnya sudah menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan bela negara sebanyak 6 SKS.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved