Kamis, 23 April 2026

Berita Unik

Di Desa Ini Seluruh Penduduknya Albino

Selain itu, bayi-bayi albino juga kerap kali dibunuh ketika mereka baru lahir, sebagai bagian dari sebuah ritual pengorbanan.

Orang-orang albino di Tanzania 

SURYA Online, TANZANIA - Sebuah desa di Tanzania, dihuni oleh orang-orang penderita albino.

Keberadaan orang-orang albino didesa ini bukan sesuatu yang alami.

Tempat itu memang sengaja dibangun pemerintah setempat bagi orang-orang albino demi melindungi mereka dari para pedagang manusia yang kerap memburu mereka untuk dijual organ tubuhnya kepada para dukun yang percaya bahwa organ tubuh itu bisa dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu.

Perlu diketahui, albino adalah sebuah kelainan genetik karena ketiadaan pigmen melanin pada mata,kulit, dan rambut.

Kondisi ini menyebabkan tubuh mereka yang memiliki kelainan ini, seluruhnya berwarna putih pucat.

Di Tanzania sendiri, ada kepercayaan yang meyakini bahwa orang-orang albino memiliki kekuatan magis yang oleh dukun-dukun setempat dimanfaatkan untuk membuat ramuan yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.

Bagi sindikat perdagangan manusia, hal itu dimanfaatkan dengan menculik orang-orang albino untuk kemudian dibunuh dan organ tubuhnya dijual kepada dukun-dukun yang membutuhkan.

Selain itu, bayi-bayi albino juga kerap kali dibunuh ketika mereka baru lahir, sebagai bagian dari sebuah ritual pengorbanan.

Tidak cukup di situ, ada pula yang percaya bahwa berhubungan seks dengan orang albino dapat menyebuhkan AIDS sehingga menyebabkan mereka kerap kali menjadi sasaran pemerkosaan.

Kondisi-kondisi berbahaya seperti inilah yang kemudian menjadikan pemerintah Tanzania mendirikan sebuah shelter di sebuah desa di mana orang-orang albino itu dapat hidup dengan tenang dan aman.

Di tempat tersebut, setiap hari mereka bisa beraktifitas layaknya orang-orang normal.

Seperti dikutip dari Dailymail, menurut Tanzanian Albinism Society, di Tanzania terdapat sekitar 8.000 orang albino.

Namun itu hanya angka perkiraan. Mereka yakin, masih ada orang-orang albino lainnya yang tidak berani muncul di hadapan publik.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved