Citizen Reporter
Ini Dia 5 Fakta Gong Perdamaian Nusantara di Kupang
gong perdamaian Nusantara ini bukan tanpa alasan ditanam di Kupang.. berikut 5 fakta tentang gong perdamaian ini..
Reportase : Rina Sri Utami
Mahasiswa Geografi Universitas Negeri Malang
DI tengah cerahnya langit Kupang akhir Agustus 2016 silam saya sampai di Jalan Frans Seda. Rangkaian huruf balok berwarna merah bertuliskan Taman Nostalgia Kota Kupang, menantang pandang.
Tujuan saya kali ini untuk menyaksikan keberadaan gong perdamaian asal Jepara, Jawa Tengah yang ada di Taman Nostalgia ini. Gong berwarna emas yang ditanam pada 8 Februari 2011 itu menjadi simbol perdamaian bangsa Indonesia dengan kebhinekaannya.
Berdiameter dua meter gong emas memiliki lima bagian. Yakni, lingkaran luar menampilkan 444 logo kota dan kabupaten di Indonesia, lingkaran tengah berisikan 33 logo provinsi di Indonesia, lingkaran dalam, memunculkan tulisan Gong Perdamaian Nusantara - Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa, di lingkaran inti terdapat lima simbol agama di Indonesia (Kristen, Katolik, Buddha, Islam, Konghuchu, Hindu), dan lingkaran puncak berwarna dasar biru berjajar pulau-pulau di Indonesia.
Bukan tanpa alasan, Kupang menerima gong seberat 100 Kg itu. Masyarakat multietnis dan agama tentu menjadi pertimbangan utama mewakili kemajemukan bangsa Indonesia.
Monumen yang terletak tepat di tengah-tengah taman, simbol pemersatu bangsa itu menjadi sorotan utama para pengunjung. Kegagahan monumen semakin terlihat elegan dengan hijaunya tanaman di sekelilingnya.
Selain gong yang membawa pesan persaudaraan, pengelola juga menyediakan tempat duduk, jogging track, lapangan basket dan arena bermain bagi anak-anak. Tentu saja, pengunjung tidak akan mudah disergap rasa bosan, karena ada banyak hal yang bisa dinikmati di taman seluas 500 m2 itu. Pengunjung juga tak perlu khawatir, karena taman cantik ini telah dilengkapi dengan kamar kecil dan tempat parkir yang luas.
Sangat mudah menjangkau tempat kebanggaan warga Kupang itu. Hanya butuh waktu 17 menit dari bandara El Tari dengan tarif Rp 20.000 jika menggunakan jasa ojek.
Saya sendiri, berangkat dari Hotel Ledetadu, dengan waktu tempuh sekitar 12 menit dengan tarif sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gong-perdamaian_20160930_191309.jpg)