Berita Surabaya
Seniman Surabaya Khawatir Tersingkir akibat Proyek Parkir di Basement Balai Pemuda
Katanya, ada kepentingan yang hendak menggerus Balai Pemuda menjadi kawasan komersial demi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Ketika Balai Pemuda hendak dibangun, para seniman diberikan aneka janji untuk bisa ikut memanfaatkan tambahan ruang untuk galeri sebagai wadah mengekspresikan karya.
Setelah selesai dibangun, ruang koridor bawah yang dijanjikan untuk galeri ternyata digunakan sebagai Perpustakaan Kota Surabaya. Bahkan, kini dibanung lahan parkir di basement yang tentunya menjadi aset pemerintah kota.
Luhur Kayunggah dari Dewan Kesenian Surabaya, menilai, Balai Pemuda sering dipakai acara kesenian oleh Dinas Pariwisata.
Katanya, ada kepentingan yang hendak menggerus Balai Pemuda menjadi kawasan komersial demi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pembangunan lahan parkir bawah tanah ini akan semakin meminggirkan komunitas-komunitas di sana,” katanya, 29 September 2016.
Ia mengingatkan, Balai Pemuda dulu markas besar perlawanan Pemuda Indonesia (Arek-arek Suroboyo). Dia bilang, seharusnya dijadikan pusat kegiatan pemuda dan kebudayaan, bukannya malah dijadikan lahan parkir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-balai-pemuda-dipugar_20160819_211035.jpg)