Rusia

Pejabat Rusia Berkelit soal Rudal Penyebab Jatuhnya Malaysia Airlines MH17

"Data itu sangat jelas, tak ada roket. Jika saat itu terdapat roket, benda itu ditembakkan dari tempat lain," kata Peskov.

Pejabat Rusia Berkelit soal Rudal Penyebab Jatuhnya Malaysia Airlines MH17
Reuters
Puing Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di kawasan konflik Rusia-Ukraina, 17 Juli 2004. 

SURYA.co.id | MOSKWA - Pengumuman soal penyebab jatuhnya Malaysia Airlines MH17 yang disampaikan para penyidik di Belanda, Rabu (28/9/2016), langsung mendapatkan tanggapan dari Kremlin.

Pemerintah Rusia mengatakan, berdasarkan data radar, terlihat bahwa Malaysia Airlines MH17 tidak jatuh akibat tembakan roket dari wilayah yang dikuasai milisi pro-Rusia di Ukraina Timur pada 2014.

"Data radar dari tangan pertama semuanya mengidentifikasi obyek terbang yang bisa diluncurkan atau berada di udara di atas wilayah yang dikuasai pemberontak pada saat itu," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

"Data itu sangat jelas, tak ada roket. Jika saat itu terdapat roket, benda itu ditembakkan dari tempat lain," kata Peskov.

Sebelumnya, tim penyidik pimpinan Belanda yang melakukan investigasi jatuhnya pesawat ini menyimpulkan pesawat itu jatuh akibat hantaman roket yang berasal dari Rusia.

"Berdasarkan investigasi kriminal, kami simpulkan bahwa penerbangan MH17 ditembak jatuh rudal BUK seri 9M83 yang berasal dari federasi Rusia," kata ketua tim investigasi Wilbert Pualissen.

"Setelah melepaskan tembakan di desa Pervomaysk yang dikuasai pemberontak, sistem peluncur roket itu dibawa kembali ke wilayah Rusia," kata Pualissen.

Pesawat Malaysia Airlines jatuh pada Juli 2014 dalam penerbangan dari Amsterdam menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Akibat tragedi itu, 298 penumpang dan awak pesawat tewas, termasuk 196 warga negara Belanda.

Penyelidikan terpisah tahun lalu yang dipimpin Badan Keselamatan Transportasi Belanda (OVV) mengungkap bahwa pesawat Boeing 777 itu jatuh terkena tembakan misil BUK buatan Rusia.

Misil itu diyakini ditembakkan dari sebuah wilayah yang dikuasai pemberontak di sisi timur Ukraina, tempat milisi pro-Rusia memerangi Pemerintah Ukraina sejak awal 2014.

Editor: Yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved