Hukum Kriminal Surabaya

Pelajar Berseragam jadi Begal Motor di Surabaya, Inilah Tindakan Massa

Mantan Kanitreskrim Polsek Mulyorejo ini menambahkan warga sudah berancang-ancang akan menghajar AZ.

zainuddin
BEGAL MOTOR - Tersangka AZ menunduk saat rilis hasil ungkap Operasi Sikat Semeru 2016 di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (25/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Remaja berinisial AZ (16) hanya tertunduk saat berkumpul bersama tersangka lain di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (25/9/2016) sore.

Dia baru berdiri saat Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga minta tahanan Polsek Sukomanunggal berdiri.

Warga Keputran ini adalah satu-satunya tahanan Polsek Sukomanunggal yang ditangkap selama Operasi Sikat Semeru 2016.

Dia ditangkap polisi di Jalan Sukomanunggal, Sabtu (24/9/2016) siang.

Kanitreskrim Polsek Sukomanunggal, AKP Sukoco mengatakan tersangka AZ diduga akan merampas motor di Jalan Sukomanunggal. Dia beraksi bersama temannya setelah pulang sekolah.

"Dia masih memakai seragam sekolah. Tapi seragamnya ditutupi jaket," kata Sukoco.

Motor sarana dikemudikan oleh teman tersangka yang masih buron. Sedangkan AZ duduk di jok belakang.

Menurutnya, tersangka AZ bertugas menendang korban yang sedang mengendarai motor. Setelah korban terjatuh, AZ berusaha merampas motor korban. Tapi korban langsung mencabut kunci motor.

Melihat korban mencabut kunci motor, AZ berusaha merampasnya. Tanpa sepengetahuan AZ, temannya malah melarikan diri. Sebab, warga berdatangan ke lokasi.

Mantan Kanitreskrim Polsek Mulyorejo ini menambahkan warga sudah berancang-ancang akan menghajar AZ. Tapi saat melepas jaketnya, warga tidak tega. Sebab, begal motor itu masih mengenakan seragam sekolah.

"Dia tidak dihajar, tapi langsung diserahkan ke polisi yang patroli di lokasi," tambahnya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved