Berita Sampang

Kali Kemuning Meluap, Kota Sampang Banjir, Ribuan Rumah Warga Terendam

Arus lalulintas dari Pamekasan ke Surabaya dialihkan ke jalan alternatif Jl Syamsul Arifin.

Kali Kemuning Meluap, Kota Sampang Banjir, Ribuan Rumah Warga Terendam
surya/mucksin
Banjir di Sampang merendam Kantor sebuah LSM di Sampang. 

SURYA.co.id | SAMPANG – Kota Sampang kembali dilanda banjir, setelah didera hujan sehari semalam. Ribuan rumah warga di tiga kelurahan dan lima desa di Kecamatan Kota Sampang, terendam banjir 1 hingga 1,5 meter, Minggu (25/9/2016).

Tiga kelurahan yang terendam banjir, di antaranya Kelurahan Dalpenang, Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar. Kemudian Desa Pasean, Kemuning, Gunung Maddah, Tanggumung dan Desa Panggung.

Selain merendam rumah warga, banjir akibat meluapnya Kali Kemuning yang membelah kota Sampang, juga menimpa sejumlah perkantoran dan lembaga pendidikan, seperti SDN Rongtengah I di areal monumen Trunojoyo. SDN Gunung Sekar VI di Jl Manggis, SDN Pasean II dan SD Ibnu Abu Rasad.

Begitu juga arus transportasi dari Sampang ke kawasan Omben dan Karang Penang lumpuh, sehingga arus lalu lintas ke lokasi itu ditutup.

Sedang arus lalulintas dari Pamekasan ke Surabaya dialihkan ke jalan alternatif Jl Syamsul Arifin, sehingga di jalur itu terjadi antrian panjang kendaraan bermotor dari dua arah, hingga 2 km.

Menurut Jakfar, warga Kelurahan Dalpenang, Kali Kemuning, datangnya banjir kiriman meluapnya air sungai ini sudah diantisipasi warga sebelumnya.

Sejak Sabtu (24/9/2016) malam, sejumlah warga sudah mengemasi sebagian barang perabot rumah tangganya ke tempat yang lebih tinggi, seperti lemari es, kursi dan tempat tidur.

Sejumlah aparat Polres Sampang dan aparat Kodim Sampang, terlihat melakukan penjagaan di sejumlah titik rawan banjir.

Di antara petugas keliling mengitari lokasi yang terkena banjir dengan mengendarai perahu karet menyalurkan distribusi nasi bungkus ke rumah warga.

“Kami mengerahkan sebanyak mungkin aparat keamanan untuk membantu menyalurkan 1.000 nasi bungkus ke rumah warga bersama aparat Kodim dan juga menerjunkan tim perahu karet,” ujar Kapolres Sampang, AKBP Taufik Suhendar di lokasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Wisnu Hartono, mengaku sampai sekarang belum bisa memastikan berapa ribu rumah warga yang terendam banjir.

Sebab perioritas utama yang dilakukan saat ini pemantauan dan antisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

“Banjir ini kiriman dari daerah Sampang utara, seperti Kedungdung, Robatal dan Karang Penang. Berapa jumlah kerugian yang diderita, belum kami hitung,” ujar Wisnu Hartono.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved