Berita Malang Raya

Cerita Ini yang Membuat Menteri PU Tertarik Mengunjungi Kampung Warna-Warni Kota Malang

Saat perjalanan, ia menaiki pesawat bersama dengan rombongan Pemkot Malang yang juga akan berangkat kembali ke Kota Malang. Setelah mendapat cerita...

Cerita Ini yang Membuat Menteri PU Tertarik Mengunjungi Kampung Warna-Warni Kota Malang
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Kampung Warna-warni Juanda (KWJ) saat acara peluncuran di kelurahan Jodipan, Kota Malang, Minggu (4/9/2016). Pemkot Malang bersama Universitas Muhammadiyah Malang akan membangun jembatan yang menghubungkan Kampung Tridi dan KWJ. 

SURYA.co.id | MALANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basuki Hadimuljono mengunjungi Kampung Warna-Warni (KWW) di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (23/6/2016).

Kunjungan mendadak tersebut untuk melihat kondisi kampung itu dari sisi kelayakan bangunan rumah.

Basuki mengatakan, secara umum bangunan yang berada di bantaran sungai tidak izinkan. Sementara bangunan di KWW masih bisa di toleransi karena masih berada di atas daerah peil banjir.

"Menurut saya masih oke. Mereka sudah lama juga tinggal di sini," katanya.

Ia melihat kondisi di KWW tidak membutuhkan pembangunan tanggul baru. Pasalnya, bangunan rumah paling rendah di sana masih berjarak 100 meter tingginya dari batas atas aliran air saat banjir.

Dari peninjauan itu pula, ia menyaksikan beberapa bangunan yang masih terindikasi berada terlalu dekat dengan ketinggian batas atas sungai adalah bangunan Mandi Cuci Kaktus (MCK) umum.

Kedatangan Basuki ke KWW memang tidak disengaja. Agenda dia datang ke Malang sejatinya untuk menghadiri Kongres Sungai II Selorejo, Kabupaten Malang.

Saat perjalanan, ia menaiki pesawat bersama dengan rombongan Pemkot Malang yang juga akan berangkat kembali ke Kota Malang. Setelah mendapat cerita tentang KWW, ia akhirnya tertarik untuk mampir. "(KWW) ini sudah ada di berita," ungkapnya.

Kedatangan itu juga untuk mencari contoh pembangunan daerah bantaran sungai di Indonesia. Untuk menjadikan KWW sebagai model, pihaknya masih memerlukan pengkajian. "Saya harus diskusi dulu dengan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang mengawali," katanya.

Pembenahan kawasan bantaran sungai bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan merelokasi bangunan-bangunannya jika memang berada di bawah peil banjir.

Beberapa kawasan bantaran sungai yang juga telah ditata mirip KWW, sebut dia, berada di daerah Kalicode, Yogyakarta.

Basuki mengatakan, pembenahan di sana mirip dengan pembenahan di KWW, yakni dengan partisipasi masyarakat.

Basuki mengatakan, pembangunan kawasan di bataran sungai harus berdasar rekomendasi Jasa Tirta. Pihaknya juga meminta pemkot berkomunikasi dengan Jasa Tirta sebelum membangun jembatan penghubung antara Kelurahan Kesatrian dan Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing itu.

"Tadi ada usulan jembatan di tempatkan di sana-sini. Kalau menurut saya yang penting masalah ornamental saja," ujarnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved