Hukum Kriminal Surabaya

Kuli Bangunan Ingin Naik Kelas, Soegiyanto Jadi Pengedar Narkoba

Warga Karangmenjangan ini mendekam di Lapas Pamekasan pada pertengahan 2015 lalu.

surya/zainudin
Polisi memperlihatkan tersangka (pakai penutup muka) di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (22/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Soegiyanto (50) kembali berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Bila sebelumnya dipenjara karena memakai sabu, sekarang kuli bangunan ini masuk penjara karena mengedarkan sabu.

Warga Karangmenjangan ini mendekam di Lapas Pamekasan pada pertengahan 2015 lalu. Seharusnya dia baru keluar pada pertengahan 2016 ini karena mendapat pembebasan bersyarat, dia sudah menghirup udara bebas sejak Desember 2015 lalu.

Tapi pembebasan bersyarat ini tidak membuat Soegiyanto berhenti dari narkoba. Dia malah menjual sabu milik bandar berinisial R sejak sebulan lalu.

"Saya sudah kenal lama dengan R. Saya hanya dititipi barang oleh R," kata Soegiyanto, Kamis (22/9/2016).

Saat menangkap Soegiyanto di rumahnya, petugas menyita 24 poket narkoba. 23 dari 24 poket itu berisi sabu seberat 8,9 gram. Sedangkan satu poket lain berisi serbuk ineks seberat 0,3 gram.
Soegiyanto tidak tahu bila ada serbuk ineks.

Dia mendapat barang dari R. Saat memberikan barang, R hanya mengatakan bahwa setiap poket narkoba itu seharga Rp 100.000. Soegiyanto diminta mencari untung sendiri.

"Saya jual Rp 125.000 per poket," ujarnya.

Sedang Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo mengatakan pihaknya masih memburu tersangka berinisial R.

Berdasar informasi dari tersangka Soegiyanto, R adalah seorang residivis. R pernah mendekam di Lapas Probolinggo.

"Kami belum tahu sindikat ini jaringan lapas atau tidak. Tunggu sampai kami bisa menangkap R," kata Anton.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved