Peristiwa

Ibu 5 Anak Akan Diusir Dari Rumahnya. Lihat Apa yang Dilakukan Para Tetangga Untuk Melindunginya

Berkali-kali aku meminta, berkali-kali pula dia mengancam akan mengusir kami. Bahkan mereka juga mengancam akan menelepon polisi

Ibu 5 Anak Akan Diusir Dari Rumahnya. Lihat Apa yang Dilakukan Para Tetangga Untuk Melindunginya
Western Daily Press/SWNS.com
Tetangga Nomi membuat barisan di depan pintu rumah untuk menghalang-halangi upaya pengosongan rumah. (Inset: Nomi Abdullahi) 

SURYA Online, LONDON  - Nimo Abdullahi, seorang perempuan muslim berusia 39 tahun yang tinggal di Bristol, Inggris, terancam diusir dari rumah yang disewanya selama 12 tahun belakangan.

Gara-garanya sepele. Kepada pemilik rumah, ibu lima anak ini mengeluhkan karpet dan wallpaper pelapis dinding yang kotor, lembab, dan sudah semestinya diganti.

Namun meski komplain yang dia sampaikan sepele, pemilik rumah tampaknya tidak cukup senang.

Karena itulah, pemilik rumah tersebut mengancam akan mengusir Nimo dan seluruh keluarganya yang menghuni rumah itu.

Rencana pengusiran ini rupanya sampai juga ke telinga para tetangga Nimo. Selanjutnya, karena mereka merasa perlakuan itu tidak adil, mereka pun berunjuk rasa.

Dalam aksinya, mereka membentuk pagar betis di sekeliling rumah yang ditinggali Nimo untuk menghalang-halangi petugas yang akan mengosongkan secara paksa rumah tersebut.

Bahkan, dalam aksi tersebut, turut pula sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Pasangan itu berdiri paling ujung di barisan pagar betis sambil membawa kue pengantin mereka.

Dikutip dari dailymail, Nimo mengatakan bahwa protes yang dia sampaikan kepada pemilik rumah cukup beralasan.

Sebab, karpet yang ada di dalam rumah tersebut sudah sangat kotor dan sudah waktunya diganti. Apabila tidak, dia cemas hal itu akan berdampak terhadap kesehatan anaknya yang mengidap asma.

"Sampai saat ini, karpet-karpet di sini sudah sangat tua dan kotor, dan saya meminta pemilik rumah untuk menggantinya. Tetapi itu pun sepertinya sulit untuk dia lakukan,"kata Nimo.

"Berkali-kali aku meminta, berkali-kali pula dia mengancam akan mengusir kami. Bahkan mereka juga mengancam akan menelepon polisi untuk membantu mengusir kami," sambungnya.

Tterkait aksi solidaritas yang dilakukan para tetangga, Jenny Rose, salah satu penghuni kawasan itu yang juga terlibat dalam upaya melindungi Nomi, mengatakan bahwa dirinya tidak ingin orang-orang di sekitarnya diperlakukan sedemikian kasar.

"Kami tidak ingin orang-orang di lingkungan kami diperlakukan seperti ini. Apa yang dilakukan oleh pemilik rumah adalah pengingkaran terhadap hak-hak yang harusnya diterima oleh penyewa," ujar Jenny Rose.

"Setiap pemilik rumah di kawasan ini, harus tahu itu. Kami tidak akan mengabaikan perlakuan-perlakuan kasar seperti ini," sambungnya.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved