Berita Gresik

Hakim PN Gresik Hukum Wanita Kurir Sabu asal Surabaya Dua Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M

Atas putusan tersebut, penasihat hukum menerima, sedang jaksa nyatakan pikir-pikir.

surya/sugiyono
MALU - Nurul Jannah terlihat malu usai perisidangan di PN Gresik, menutup wajah dengan kerudung, Kamis (22/9/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Terdakwa Nurul Jannah (20), warga Wonokusumo Jaya, Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir, Surabaya, hanya diam saat majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan tahanan, Kamis (22/9/2016).

Putusan tersebut sangat lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Pompy Polansky yamg menuntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1miliar subsider 6 bulan penjara akibat memiliki 0.43 gram sabu.

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terbukti terdakwa Nurul Janah mengkonsumsi sabu-sabu bersama temannya yang berkasnya terpisah. Menghukum terdakwa Nurul Janah dengan hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp 800 juta subsider 1 bulan kurungan," kata majelis hakim PN Gresik Lia Herawati.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa Nurul Janah yaitu Imam Chambali menyatakan menerima sedangkan JPU Kejari Gresik Pompy Polansky menyakan pikir-pikir.

"Kami menerima putusan ini, sebab ini sudah sangat ringan dibandingkan perkara yang sama. Rata-rata di atas 4 tahun putusannya," kata Imam.

Nurul Jannah diseret ke meja hijau diduga telah menguasai narkotika jenis sabu-sabu.

Saat itu, Kamis, 31 Maret 2016, pukul 19.30 WIB, di depan toilet SPBU Sentolang, Jl Veteran, Kecamatan Kebomas, Gresik, terdakwa ditangkap oleh anggota Polsek Gresik karena membawa sabu-sabu seberat 0,43 gram yang digenggam di tangan kanannya. Barang tersebut rencananya dikirimkan kepada pemesan.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved