Minggu, 12 April 2026

Pilgub DKI

Diyakini sebagai Kekuatan Luar Biasa, Risma akan Diplot Jadi Jurkam Pasangan Ahok-Djarot

"Kami yakin, hadirnya Bu Risma akan menjadi dorongan energi luar biasa bagi perolehan suara untuk calon dari DPP."

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Parmin
rorry nurmawati
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengumuman pasangan calon gubenur DKI Jakarta olehi DPP PDI-P memang telah diumumkan, namun DPC PDIP Kota Surabaya tidak menyesali meskipun kader terbaiknya, Tri Rismaharini, batal direkomendasikan DPP PDIP menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta.

"Keputusan DPP PDI Perjuangan telah diambil. Untuk itu seluruh jajaran partai, termasuk PDI Perjuangan Kota Surabaya akan taat dan patuh dalam melaksanakan keputusan tersebut," kata Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Didik Prasetyo, Rabu (21/9/2016).

Tidak hanya itu, seluruh pengurus beserta jajajan elemen PDI-P di Surabaya akan bersama-sama membantu menghimpun kekuatan untuk mendukung Ahok-Jarot. Kekuatan itu akan dikerahkan dari semua daerah. Oleh karena itu, DPC patuh dan menaati semua keputusan dari DPP PDI-P.

Lanjut pria yang akrab disapa dengan Dikdong ini, pada Pilkada 2015 lalu DPC PDI-P Kota Surabaya telah memperoleh kemenangan 86 persen untuk pasangan Risma-Whisnu.

Kekuatan yang dimiliki oleh PDI-P Kota Surabaya inilah yang akan digunakan untuk memenangkan wilayah lain sesuai tugas yang diberikan DPP.

Sebagi bentuk dukungan itu, DPC PDI-P Kota Surabaya menyiapkan Tri Rismaharini sebagai juru kampanye (Jurkam) pasangan Ahok-Jarot.

"Keputusan Bu Risma menjadi Jurkam memang belum. Tetapi kami sudah merencanakan itu. Kami yakin, hadirnya Bu Risma akan menjadi dorongan energi luar biasa bagi perolehan suara untuk calon dari DPP," jelas dia.

Terkait Jurkam, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah mengatakan kepada awak media bahwa ia meminta sendiri untuk dijadikan juru kampanye nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam pilkada serentak 2017. Menurut Risma, hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa perempuan bisa berperan dalam dunia politik.

Pernyataan itu, disampaikan Risma pada 12 Agustus 2016 saat ditemui di Balai Kota Surabaya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved