Rabu, 10 Juni 2026

Pilkada DKI Jakarta

Diburu Karisma Jakarta, Risma Tetap Ingin Pimpin Surabaya, tetapi ini Katanya

"Kalau toh itu terjadi, pasti Bu Mega juga akan berpikir, karena ini pasti berat dan dua-duanya juga berat."

Tayang:
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Parmin
surya/rorry nurmawati
Walikota Risma di rumah dinasnya di Jl Sedap Malam, Minggu (18/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pendaftaran calon Gubenur DKI Jakarta sebentar lagi secara resmi dibuka. Namun, hal itu juga tidak menggoyahkan prinsip Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang ingin tetap memimpin Kota Surabaya.

Meskipun hasil survei mengatakan bahwa Risma lebih unggul dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Risma tetap kekeh ingin melanjutkan memimpin Surabaya yang dianggapnya masih punya banyak pekerjaan rumah (PR).

Hingga saat ini, bila ditanya oleh awak media Risma tetap tidak ingin berambisi untuk meminta jabatan. Dan ia lebih memilih berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk diberikan segala kemudahan saat bertugas.

Risma mengatakan bahwa ia akan perangi hawa nafsunya untuk kepingin jadi pemimpin.

"Kalau misalnya aku punya ambisi dan aku ngomong mampu menjadi pemimpin daerah ini, terus tiba-tiba Gusti Allah memberikan cobaan. Yang sombong itu aku, yang takabur itu aku dan yang kena cobaan itu warga ku, itu kan tidak adil untuk mereka," jelas Risma kepada awak media di kediaman Jalan Sedap Malam, Minggu (18/9/2016).

Selain memerangi hawa nafsu, Risma juga tidak pernah sesekali meminta warga Kota Pahlawan untuk memilihnya sebagai seorang pemimpin Wali Kota Surabaya. Risma menilai, kalau hal itu merupakan sebuah larangan untuknya.

"Aku tidak ada keinginan, berpikir atau kepingin untuk menjadi seorang pemimpin, itu tidak boleh. Tetapi Allah berkehendak lain, dan tidak ada satu pun manusia yang bisa menolak takdir tuhan," terangnya.

Disinggung bila, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tetap menginginkan Risma maju di Pilkada DKI Jakarta, Risam dengan tegas mengatakan bahwa ia telah mengutarakan keinginannya untuk tetap berada di Surabaya kepada Megawati Soekarnoputri.

"Seperti dulu, aku gak mau menjadi menteri, Bu Mega juga sepakat dengan itu," imbuh Risma.

Bila nantinya Megawati Soekarnoputri tetap ngotot supaya ia harus maju, Risma akan tetap mengatakan kepada ketua umum partai berlambang banteng moncong putih ini, untuk memikirkan keinginannya supaya bisa tetap memimpin Kota Pahlawan.

"Kalau toh itu terjadi, pasti Bu Mega juga akan berpikir, karena ini pasti berat dan dua-duanya juga berat, aku pun pasti berat. Aku ninggalkan Surabaya berat, warga Surabaya juga berat, Bu Mega juga berat. Itu pasti, tapi tidak ada yang bisa mengatur jika Allah berkehendak," tutur Risma.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved