Breaking News:

Indonesia Soccer Championship

Bhayangkara FC Gagal Kalahkan Arema Cronus, Bagaimana Nasib Ibnu Grahan?

Tak ayal jika kondisi ini turut mengancam posisi Ibnu Grahan sebagai pelatih bawaan Gede Widiade saat BFC masih bernama Bhayangkara Surabaya United.

surya/dya ayu
ARSIP - Ibnu Grahan (dua dari kanan) dalam sesi foto bersama seusai konferenai pers, Jumat (9/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah Bhayangkara FC (BFC) kalah di kandang saat melawan Arema Cronus di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (17/9/2016) malam, muncul kabar ihwal penggantian pelatih Bhayangkara FC, Ibnu Grahan.

Kabar ini menyusul setelah beberapa pelatih tim diputaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A yang juga mengalami kegagalan membawa timnya menang mengundurkan diri dan dikeluarkan dari tim masing-masing.

Tak hanya itu, apabila dikaitkan dengan kepemilikan saham BFC yang dulu masih dipegang oleh Gede Widiade dan saat ini saham tersebut telah 100 persen dimiliki oleh Polri, memungkinkan adanya pergantian kepengurusan dan perombakan susunan manajemen yang ada dalam tubuh BFC saat ini.

Tak ayal jika kondisi ini turut mengancam posisi Ibnu Grahan sebagai pelatih bawaan Gede Widiade saat BFC masih bernama Bhayangkara Surabaya United.

Mendengar kabar ini, Ibnu Grahan mengaku pasrah dan menerima jika memang hal itu merupakan keputusan dari manajemen tim, Menurutnya hal itu wajar terjadi di sepakbola Indonesia.

"Kalau memang benar, saya tidak masalah dan lapang dada jika diganti karena dalam sepakbola pergantian itu normal terjadi," ujar Ibnu Grahan kepada SURYA.co.id, Minggu (18/92016).

Sementara itu Asisten Manajer BFC AKBP Sumardji, mengatakan bahwa hingga kini manajemen masih belum ada rencana untuk mengganti pelatih.

Hal ini karena manajemen merasa BFC masih dalam koridor serta sesuai harapan manajemen dibawah asuhan Ibnu Grahan.

"Hingga kini belum mengarah kesana karena untuk pelatih saat ini masih sesuai dengan target dan harapan kami. Saat ini kami mempercayakan sepenuhnya pada coach agar bisa membawa misinya untuk membawa tim kearah yang lebih baik," kata Asisten Manager BFC, AKBP Sumardji, Minggu (18/9/2016) pada SURYA.co.id.

Sementara saat disinggung terkait target dari manajemen yang mengharapkan BFC masuk tiga besar klasemen yang hingga kini belum dicapai, namun justru turun diposisi kelima, Sumardji menekankan pada Ibnu agar kembali membawa timnya mendapat poin dipertandingan berikutnya.

"Untuk target klasemen memang turun dari tiga besar sekarang posisi kelima, dan sudah kita tekankan ke pelatih untuk bisa mendapat poin agar kembali ketiga besar. Namun yang perlu diketahui, penyebab BFC saat ini turun diposisi kelima salah satunya karena pertandingan lawan PS TNI belum dilaksanakan, dan jadwalnya belum ada," jelas Sumardji.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved