Breaking News:

Profil

Lebih Dekat dengan Fanny Imanuddin, Dokter yang Dulu Tomboi

Dokter lulusan Universitas Trisakti Jakarta ini lalu memapar kegemarannya terhadap kegiatan yang memacu adrenaline.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Yuli
ahmad zaimulhaq
dr Fanny Imanuddin MBiomed (AAM) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Feminin karena tuntutan pekerjaan. Itulah pengakuan yang dilontarkan dr Fanny Imanuddin MBiomed (AAM). Karena aslinya, bungsu dari lima bersaudara ini tomboi sejak kecil.

Gaya itu tak lepas dari kesehariannya sampai sekarang. “Cuma di saat tertentu karena pekerjaan saya, maka saya harus tampil feminin,” ujar Clinic Director Puraforma ini saat ditemui di Ciputra World Mall Surabaya, Jumat (16/9/2016).

Di tengah para desainer yang tampil dalam balutan busana modis, Fanny terlihat santai memakai baju atasan kaos dengan lengan panjang plus celana jins ketat yang lututnya sobek-sobek khas anak muda.

Dokter lulusan Universitas Trisakti Jakarta ini lalu memapar kegemarannya terhadap kegiatan yang memacu adrenaline. “Saya suka rafting, diving, naik gunung, pokoknya yang berbau adventure saya paling suka,” ungkapnya.

Soal profesi yang digeluti sekarang, Fanny mengaku serba kebetulan. Karena susah untuk masuk dan bekerja di klinik 24 jam, wanita asal Ambon ini pun menerima panggilan dari sebuah klinik kecantikan.

Di Miracle Esthetic Clinic ini Fanny sempat bergabung selama 12 tahun. “Karena saya itu tipe yang setia!” begitu ujarnya bernada canda.

Di klinik ini pula Fanny akhirnya banyak belajar seputar dunia esthetic. “Namun, ilmu kesehatan yang saya pelajari selama kuliah tidak hilang,” tegas Fanny yang kemudian melanjutkan S2 untuk mempelajari secara khusus terkait anti aging di Universitas Udayana.

Menurut Fanny, pada usia tertentu muncul gejala penuaan dini yang terapinya tak cukup dengan cara estetika. “Karena ini terkait dengan nutrisi, hormon, dan juga radikal bebas. Tak bisa dihadapi hanya dengan estetika, tapi perlu lebih dalam lagi,” urainya.

Selain itu, lanjut Fanny, yang tak kalah penting adalah manajemen stres, pola diet, dan exercise. “Yang paling berpengaruh pada timbulnya penuaan dini adalah pola makan dan gaya hidup,” tandas wanita kelahiran 11 Januari 1976 ini.

Olahraga dan pola diet, ditekankan Fanny bisa mencegah proses penuaan diri secara signifikan. “Paling berat terapinya adalah dengan memberi tambahan hormon dari luar. Namun, yang paling gampang untuk menstabilkan hormon adalah olahraga rutin dan jaga pola diet,” katanya.

Dan olahraga terbaik, lanjut Fanny, tidak lebih dari 30 menit. “Kalau lebih dari 45 menit malah akan meningkatkan hormon stres,” bebernya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved