Berita Magetan

Pi'i Nekat Curi Kotak Amal Masjid di Magetan Untuk Biaya Nikah

karena perbuatannya, pastinya akad nikah bisa dilaksanakan di Lapas,"kata Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Partono didampingi Kasubbag Humas setempat

Pi'i Nekat  Curi Kotak Amal Masjid di Magetan Untuk Biaya Nikah
Surya/Doni Prasetyo
Ahmad Safi i alias Pi i (21) warga Dukuh Jetak, Desa Tanjungsari RT02/RW02, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, pelaku pembobolan kotak amal masjid seusai ditangkap dan digeladang ke Satreskrim Polres Magetan, Rabu (15/9/2016). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Pi'i benar-benar nekat.

Dipastikan akad nikah Ahmad Safi'i alias Pi'i (21) anak warga Dukuh Jetak, Desa Tanjungsari RT02/RW02, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, dengan wanita pujaannya, akhir bulan September 2016 mendatang, bakal dilakukan diruang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Pasalnya, Ahmad Safi'i, dibekuk Polisi seusai membobol kotak amal milik dua masjid di Magetan, Rabu (15/9/2016).

"Dia memang mengaku mau menikah akhir bulan September 2016 ini. Ditengarai perbuatanya ini untuk biaya nikah itu. Tapi karena perbuatannya, pastinya akad nikah bisa dilaksanakan di Lapas,"kata Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Partono didampingi Kasubbag Humas setempat AKP Suwadi kepada Surya, Rabu (15/9/2016).

Terungkapnya kasus pembobolan kotak amal masjid ini berawal dari kecurigaan jamaah Masjid Al Muhajirin, Jalan Sawo, Kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan melihat gelagat pelaku (Ahmad Safi'i) yang mondar mandir dekat tempat kotak amal.

Apalagi, Jamaah melihat tas punggung pelaku sangat tidak wajar, kalau hanya diisi barang tidak sampai tas menggelantung ke bawah, ini seperti membawa beban berat.

Karena tidak ingin terjadi peristiwa yang lebih besar, salah seorang jamaah menelepon Polisi.

Rupanya, kecurigaan jamaah Al Muhajirin terbukti, setelah Polisi menggeledah tas punggung Ahmad Safi'i.
Polisi menemukan uang koin dan kertas dari berbagai pecahan rupiah.

Tidak hanya itu, Polisi juga menemukan sejumlah gunting besi yang ditengarai untuk menggunting gembok kotak amal yang dibobolnya.

"Pelaku mengaku pembobolan kotak amal ini baru sekali ini dilakukan. Namun, kami (Polisi) tidak begitu saja percaya. Karena sebelumnya Polisi mendapat informasi, ada sejumlah tempat ibadah yang kehilangan isi kotak amal, dan modus yang dilakukan persis seperti ini,"kata AKP Suwadi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved