Kasus Gatot Brajamusti

'Kok Bisa Gatot Brajamusti Bawa Sabu dari Jakarta, Kan Ada X-Ray di Bandara?'

Bagaimana cara Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu bisa melewati pemeriksaan pihak bandara dengan mulus.

tribunnews/jeprima
Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti saat menjalani pemeriksaan di kediamannya kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016). AA Gatot menjalani pemeriksaan terkait kepemilikan Narkotika jenis sabu dan kepemilikan senjata api. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Dewan Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotik (Granat), Henry Yosodiningrat, mempertanyakan asal usul sabu yang ditemukan pada Gatot Brajamusti saat penangkapan di Mataram, NTB, Minggu (28/8/2016) lalu.

Henry menilai ada yang ganjil jika merujuk pada pengakuan Gatot kepada polisi bahwa sabu itu ia bawa dari Jakarta.

Sebab, bagaimana cara Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu bisa melewati pemeriksaan pihak bandara dengan mulus.

"Kok bisa lolos bawa sabu dari Jakarta? Kan ada x-ray sebagainya," kata Henry, Rabu (14/9/2016).

Anggota DPR RI tersebut berpendapat ada kemungkinan-kemungkinan lain terkait keberadaan sabu pada diri Gatot di Mataram.

Salah satunya, sabu tersebut bisa saja diperoleh Gatot di Mataram bukan Jakarta.

Namun karena hal itu masih sebatas asumsinya dari melihat fakta yang ada. Karena itu, Henry berharap polisi bisa lebih jeli lagi menyelidikinya.

"Semua kemungkinan ada. Jadi jangan percaya pernyataan dia kepada penyidik bahwa itu dibawa dari Jakarta. Jangan percaya gitu aja," ucap pria yang pernah melaporkan Gatot ke BNN dan Polri lima tahun lalu. (Andi Muttya Keteng Pangerang)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved