Hukum Kriminal Surabaya

Cari Tambahan untuk Bayar Kos, Tukang Tato nyambi Jual Narkoba

"Tersangka mengaku butuh uang tambahan untuk bayar kos dan kredit motor."

surya/zainudin
Tersangka Wira Maradan yang menyimpan narkoba dagangan di kardus ponsel diperlihatkan polisi di Mapolsek Tegalsari, Kamis (15/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wira Maradan (21) sudah setahun menggeluti menjual beraneka jenis narkoba. Makanya dia sangat memahami cara menyimpan narkoba dagangannya.

Dia menyimpan barang haram tersebut di kardus ponsel di kamar kos-nya di Jalan Bratang Gede. Dia tidak menyimpan narkoba di lemari karena khawatir akan mudah ditemukan petugas.

Wira ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Tegalsari di Pasar Kembang. Saat dia sedang menunggu calon pembeli yang sudah memesan sabu seberat 2,1 gram.

Petugas langsung mengeler tersangka ke kamar kost-nya. Petugas menemukan ganja seberat 2,3 gram, 12 poket kosong, dan beberapa sedotan.

"Tersangka juga menjual pil koplo. Tapi kami tidak menemukan pil koplo di kos tersangka," kata Kapolsek Tegalsari, Kompol Norjianto, Kamis (15/9/2016).

Menurutnya, tersangka mudah mencari pelanggan. Para pelanggannya adalah orang yang biasa menghias tubuhnya dengan tato kepada korban.

Menurutnya, tersangka mendapat pasokan narkoba dari temannya bernama Galih. Galih adalah tetangga kos tersangka. Tapi petugas tidak menemukan Galih saat menggerebek kos tersebut.

"Tersangka mengaku butuh uang tambahan untuk bayar kos dan kredit motor," tambahnya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved