Perbankan

BNI Sediakan KUR Bunga 9 Persen untuk Segmen UKM Fashion dan Kerajinan

Potensi itu dibidik PT Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mengagresifkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen.

BNI Sediakan KUR Bunga 9 Persen untuk Segmen UKM Fashion dan Kerajinan
sugiharto
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, M Ardi Prasetiawan (kiri) bersama Head of Consumer & Ritail BNI wilayah Surabaya, Widi Hartono (kanan) meninjau stan UKM Binaan yang ada di BNI Fashion & Craft Festival yang digelar di Grand City Surabaya, Rabu (14/9/2016). BNI Fashion & Craft Festival ini digelar hingga Minggu (18/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor konsumsi di Jatim saat ini mencapai 60 persen.

Dari sektor itu, ada IKM bergerak di bidang fashion dan kerajinan yang memiliki potensi tinggi sebagai pasar kredit bagi perbankan. Apalagi pasar di bidang ini selalu ada dan tumbuh berkembang hingga luar wilayah Jatim.

Potensi itu dibidik PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Tbk Kanwil Surabaya untuk mengagresifkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen.

“Selama ini memang KUR masih disalurkan untuk sektor pertanian melalui petani tebu. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa dimanfaatkan di sektor fashion dan kerajinan,” jelas Widi Hantono, Head of Customer & Retail BNI Kanwil Surabaya, Rabu (14/9/2016) di sela pembukaan pameran Fashion and Craft Festival di Grand City, Surabaya.

Lebih lanjut Widi mengakui dengan KUR 9 persen bisa memberi manfaat bagi IKM untuk memperbesar porsi usahanya. Bisa dimanfaatkan untuk modal membeli bahan baku, memperluas jaringan pasar, hingga sarana promosi.

Upaya untuk penyaluran itu, menurut Widi pihaknya juga membuka stan pelayanan bagi calon debitur KUR dengan proses kredit lebih sederhana dan cepat, dapat digunakan untuk menambah modal usaha dan kredit investasi, dan jangka waktu pengembalian hingga 5 tahun.

Stan di pameran tersebut, khusus membidik pengusaha fashion dan kerajinan yang terlihat sudah mulai mandiri dan mapan.

Selain membidik para IKM untuk memanfaatkan penawaran kreditur KUR, dalam pameran yang digelar hingga Minggu (18/9/2016), BNI juga memberikan minimal akumulasi transaksi Rp 1 juta per hari dengan kartu kredit BNI berhak mendapatkan cash back Rp. 100 ribu (untuk 125 transaksi pertama selama periode program).

Selanjutnya, minimal akumulasi transaksi Rp.1 juta per hari dengan kartu debit BNI mendapatkan voucher belanja senilai Rp 100 ribu (untuk 125 transaksi pertama selama periode program), cicilan bunga ringan untuk jangka waktu 3,6,9 & 12 bulan untuk minimum transaksiRp.1 juta dengan kartu kredit BNI, serta berbagai promo lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Dr Ir Mochamad Ardi, menambahkan saat ini potensi IKM di Jatim terus tumbuh, baik secara jumlah maupun kualitasnya.

“Tak hanya itu, pasar IKM fashion dan kerajinan di Jatim juga luas. Memang berbeda di banding Bandung, Jakarta, Jogjakarta dan Solo, pasar di Surabaya ini khas,” jelas Ardi.

Di antaranya style atau gaya dari produk yang lebih berbeda. Salah satu contoh produk fashion batik, dimana pasar yang ke Surabaya, mayoritas tertarik pada batik tulis. Bukan batik cap atau printing (cetak). Karena dianggap lebih custom atau hanya ada satu dalam setiap desainnya.

“Seperti halnya pameran fashion dan Kerajinan saat ini, yang ditarget bisa membukukan trnasaksi sebesar Rp 3 miliar. Berbeda dalam pelaksaaan sebelumnya, yang ditarget Rp 2 miliar, tapi ternyata bisa mencapai Rp 2,6 miliar,” lanjut Ardi.

Karena itu pihaknya terbuka untuk menggelar kegiatan pameran yang berarti pasar akan bergairah di Surabaya. Selain event ini, di bulan Oktober 2016, Disperindag juga menyiapkan event atau gelaran Jatim Expo yang ditarget bisa menggarahkan pasar IKM yang ada di Jatim.

“Apalagi pasar saat pameran ini bisanya berlanjut atau jangka panjang,” tandas Ardi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved