Berita Bojonegoro

Dua Perlintasan Padat Kendaraan di Bojonegoro Belum Berpalang Pintu Elektrik

"Kami belum membangunnya (dua perlintasan) karena terbentur anggaran," ujar Iskandar kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (13/9/2016).

Dua Perlintasan Padat Kendaraan di Bojonegoro Belum Berpalang Pintu Elektrik
Surya/Hanif Manshuri
Para pemancing di Babat yang menentang bahaya, dekat dengan double track, Minggu (6/3/2016) 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - di kawasan Kabupaten Bojonegoro ada 192 perlintasan kereta api (KA).

Dari jumlah perlintasan sebanyak itu, hanya ada tujuh perlintasan yang dipasang palang pintu elektrik sejak 2015.

Ada dua perlintasan lagi yang setiap waktu dipadati arus kendaraan dan masuk rencana dipasang palang pintu elektrik oleh Kementerian Perhubungan.

Namun, hingga kini, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro selaku pemilik wilayaj belum memasang palang pintu elektrik menggunakan dana kementerian. Yakni, perlintasan di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, dan di Kecamatan Balen,

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar mengungkapkan, pihaknya belum mempunyai anggaran untuk membangun palang pintu di dua titik perlintasan tersebut.

Pada tahun 2014 lalu Dishub membangun tujuh palang pintu elektrik di sepanjang jalur utara di Bojonegoro.

"Kami belum membangunnya (dua perlintasan) karena terbentur anggaran," ujar Iskandar kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (13/9/2016).

Sesangkan tujuh palang pintu elektrik yang telah dibangun berada di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno, Desa Medalem dan Talun Kecamatan Sumberejo, Jalan Panglima Polim Bojonegoro, Desa Kalipan dan Pungpungan Kecamatan Kalitidu, dan Desa Beged Kecamatan Gayam.

Pembangunan tujuh palang pintu elektrik itu menggunakan dana sebesar Rp1,4 miliar dengan rincian per palang pintu senilai Rp 200 juta.

Sedangkan, dalam sehari rata-rata kini ada 112 kereta api barang dan penumpang yang melintas di jalur utara ini.

Setiap 15-30 menit ada kereta api yang melintas. Naiknya jumlah kereta api yang melintas di sepanjang jalur utara ini dipicu beroperasinya jalur rel ganda (double track).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved