Berita Ekonomi Bisnis

Akibat Anggaran Dipangkas, 18 Dinas Tak Pamerkan UKM Binaannya

Pameran usaha kecil dan menengah (UKM) dengan target usaha binaan dari 20 dinas yang dibidik, ternyata hanya dua dinas yang mengikutsertakan UKM-nya.

Akibat Anggaran Dipangkas, 18 Dinas Tak Pamerkan UKM Binaannya
Surya/M Taufik
Sejumlah pelaku UMKM saat mengikuti pelatihan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pameran usaha kecil dan menengah (UKM) dengan target usaha binaan dari 20 dinas yang dibidik, ternyata hanya dua dinas yang mengikutsertakan UKM-nya.

Hal ini dikarenakan adanya pemangkasan anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten untuk mendukung penguatan APBN 2016.

Hadi Sunarno, General Manager (GM) Sales Marketing PT Mediatama Bina Kreasi, mengatakan, hal itu terungkap saat pihaknya akan menggelar pameran Fashion and Craft Festival 2016 mulai Rabu (14/9/2016).

"Target kami sebelumnya adalah UKM-UKM dibawah binaan 20 dinas. Tapi ternyata hanya binaan dari dua dinas yang bisa ikut. Alasannya karena ada pengurangan anggaran promosi dari masing-masing dinas itu," jelas Hadi, di sela jumpa pers pameran Fashion and Craft Festival yang digelar kedua kalinya di Surabaya, Selasa (13/9/2016).

Lebih lanjut, Hadi menyebutkan, UKM binaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditarget dari 30 BUMN, yang ikut serta hanya binaan dari 10 BUMN.

Meski UKM binaan Dinas dan BUMN banyak yang tidak ikut akibat pengurangan anggaran promosi, dalam pameran yang berlangsung hingga Minggu (18/9/2016) di Convention Hall Grand City itu, ada lebih dari 200 peserta yang ikut.

"Akhirnya mayoritas peserta adalah para UKM mandiri yang sudah punya pasar atau modal besar. Kami tetap welcome, karena minat mereka cukup tinggi, dengan alasan pasar Surabaya yang menarik," jelas Hadi.

Pameran Fashion and Craft Festival merupakan kepanjangan dari kegiatan Indonesia Craft (Inacraft) yang digelar rutin tiap bulan April di Jakarta.

Pameran di Surabaya digelar sebagai pemanasan atau bagian dari awal pameran Inacraft untuk tahun 2017 mendatang.

Ke-200 peserta yang tampil di pameran ini berasal dari banyak daerah di Indonesia. Dianyaranya dari Payakumbuh, Sumatera Barat, dan Lampung.

Ken Aditya Jassin, Project Manager PT Mediatama Bina Kreasi, menambahkan dalam pameran itu, pihaknya mentargetkan pengunjung bisa mencapai 15.000 pengunjung dengan transaksi Rp 3 miliar.

"Kami optimis bisa mencapai target itu, mengingat pasar fashion di Surabaya selalu tumbuh dengan standart UMK-nya yang hampir sama dengan Jakarta," jelas Ken.

Ken menambahkan, saat ini kondisi ekonomi memang sedang lesu, namun untuk perdagangan domestik, masih bisa berkembang.

Surabaya, saat ini menjadi lahan perekonomian yang modern dan tinggi dengan menjadikan produk fashion dan kerajinan sebagai bagian dari kebutuhan primer.

"Target transaksi yang kami sebutkan sendiri sudah merupakan target terendah. Mengingat kondisi yang lesu, meski kami optimis akan ramai," tandas Ken..

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved