Pendidikan
Gandeng Google, Kini Guru Bisa Menerapkan Ulangan Harian Online
“Ulangan harian kini bisa online, jauh lebih menarik karena guru bisa memakai beragam ilustrasi berwarna, bahkan bergerak untuk soal ulangan,”
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Kemajuan teknologi membuat segala kegiatan fisik tergantikan dengan sistem informasi ataupun akses online.
Bahkan generasi muda saat ini lebih akrab dengan teknologi modern yang mempermudah pekerjaannya, seperti pengiriman tugas melalui sistem elektonik, hingga ujian nasional yang sudah mulai berbasis komputer.
Bahkan kini, Kepala Bagian Sistem Informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) sudah mulai mendukung kemajuan teknologi ini dengan bekerjasama dengan Google for Indonesia. Melalui kerjasama tersebut, sejumlah guru akan dilatih memanfaatkan fitur-fitur pendidikan yang disediakan Google.
“Ulangan harian bisa online, jauh lebih menarik karena guru bisa memakai beragam ilustrasi berwarna, bahkan bergerak untuk soal ulangan,” jelas Development Director Badan sistem Informasi Untag, Agus Hermanto di sela sosialisasi Google Classroom pada guru-guru BK asal Sidoarjo di gedung pascasarjana Untag, Sabtu (10/9/2016).
Dikatakannya, ulangan harian secara online ini sudah diadaptasi oleh SMP 17 Agustus 1945. Sejumlah mata pelajaran, ulangan hariannya dilaksanakan di laboratorium komputer.
“Sistem keamanannya juga terjamin dengan dual verification, jadi tidak akan bocor soal ujiannya,” lanjutnya.
Bahkan, melalui fitur Flubaroo, semua simbol yang biasa digunakan rumus fisika, kimia ataupun matematika bisa digunakan.
Selain itu, google classroom menurutnya bisa diterapkan untuk untuk membantu guru membuat dan mengumpulkan tugas tanpa kertas, termasuk fitur yang menghemat waktu seperti kemampuan untuk membuat salinan Google Dokumen secara otomatis bagi setiap siswa. Kelas juga dapat membuat folder Drive untuk setiap tugas dan setiap siswa, agar semuanya tetap teratur.
“Untuk edukasi, semua akses akun gratis. Hanya saja harus ada akun atas nama sekolah yang terdaftar, bukan per individu guru,” lanjutnya.
Sosialisasi ini secara berkelompok diberikan pada tiap instansi yang bersedia menambah ilmu terkait pembelajaran online.
Sementara itu, Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten Sidoarjo, Witjahyono menjelaskan pelayanan online memang dibutuhkan untuk mengimbangi kemampuan siswa.
Apalagi pihaknya sebagai guru yang bersinggungan langsung dengan konseling siswa.
“Kalau masih sebatas mengerjakan tugas online, mungkin masih bisa kami adaptasi. Kalau untuk ulangan harian kami masih perlu mempelajari lagi,” lanjutnya.
Pelaksanaan ulangan harian secara online, menurutnya mudah dilaksanakan bagi sekolah yang sudah pernah melaksanakan UNBK tahun lalu. Karena sarana prasarana sudah tersedia.
Namun, perlu juga untuk memperbarui ilmu guru-gurunya, karena tidak semua bisa dengan mudah menerima perubahan ini.
“Makanya ini pelan-pelan dulu, saat ini ulangan harian kami juga masih pakai offline antar komputer saja,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ulangan-harian-online_20160910_175440.jpg)