Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Suplai Gas PLTGU Tambak Lorok Semarang Mampu Hemat Operasional PLN hingga Rp 88 Triliun Per Tahun

"Proyek Kalija I sepanjang 200 km ini kami kebut pengerjaanya Kementerian ESDM meminta PGN mengambil alih proyek ini dari kontraktor."

surya/sugiharto
Karyawan mengecek instalasi pipa gas PGN di Tambak Lorok , Semarang, Kamis (8/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Suplai gas dari PT Kalimantan Jawa Gas, anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di PLTU Tambak Lorok, Semarang berhasil memberikan penghematan operasional hingga Rp 88,03 triliun per tahun.

Hal itu dirasakan sejak PLTU Tambak Lorok yang berada di Semarang mulai menggunakan bahan bakar gas sejak Agustus 2015.

Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, mengatakan bila PGN melalui KJG memasok gas bumi melalui infrastruktur pipa gas sepanjang lebih dari 200 km lintas laut dengan diameter 14 inch dari Lapangan Gas Kepodang di Laut Utara Jawa.

"Proyek Kalija I sepanjang 200 km ini kami kebut pengerjaanya Kementerian ESDM meminta PGN mengambil alih proyek ini dari kontraktor sebelumnya pada pertengahan 2014," kata Heri, Kamis (8/9/2016).

Lebih lanjut Heri melanjutkan, pembangunan infrastruktur gas bumi terus dilakukan, karena gas bumi terbukti memberikan penghematan besar bagi penggunanya mulai dari industri, pembangkit listrik hingga rumah tangga.

Pada 2015, PGN menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Hasilnya, penghematan nasional ini didapat karena pengalihan pelanggan menggunakan bahan bakar gas.

Dengan rampungnya pengerjaan proyek pipa Kalija I dengan tepat waktu yakni pada Agustus 2015, PLTGU Tambak Lorok tidak lagi beroperasi menggunakan bahan bakar minyak.
Pemakaian gas bumi pada pembangkit tersebut membuat PLN bisa berhemat triliunan rupiah setiap tahunnya.

"Sampai saat ini penyaluran gas ke PLTGU Tambak Lorok berjalan baik, kapasitas pembangkit total sebesar 880 MW dengan volume gas yang dipasok oleh PGN sekitar 104 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) sampai 116 MMSCFD," jelas Heri.

Gas bumi PGN saat ini mengalir ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

Cahyo Triyugo, Direktur Teknik dan Operasi PT KJG, menambahkan PGN juga sudah menyalurkan gas bumi untuk transportasi.

"Saat ini PGN telah mengoperasikan 7 Statiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), mensuplai gas untuk 8 SPBG mitra, dan mengoperasikan 5 Mobile Refueling Unit (MRU)," jelas Cahyo.

Tak hanya itu, KJG juga berharap ada sumber-sumber gas baru yang akan mereka olah dan distribusikan ke berbagai kebutuhan baik industri maupun rumah tangga.

Di Tambak Lorok, yang saat ini masih dimanfaatkan untuk PLTGU, juga akan dikembangkan untuk industri.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved