PON Jabar 2016
Didominasi Atlet Muda, Pencak Silat Jatim Optimis Raih Tiga Emas
"Pesilat muda punya teknik yang sama dengan pesilat senior. Bahkan gerakan mereka jauh lebih gesit dari pada para senior," katanya, Kamis (8/9/2016).
Penulis: Fitra Ariestianto | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | SURABAYA - Tim pencak silat Jatim yang akan berlaga di PON XIX Jawa Barat banyak didominasi atlet muda.
Dari 20 atlet yang dibawa, delapan di antaranya atlet berusia muda.
Momon Ageng Purnomo pelatih pencak silat Jawa Timur, mengatakan meski membawa banyak atlet muda, pihaknya tetap optimis dapat membawa tiga medali emas.
Meski belum punya banyak pengalaman, para pesilat muda tidak kalah kemampuannya dari pesilat senior.
"Pesilat muda punya teknik yang sama dengan pesilat senior. Bahkan gerakan mereka jauh lebih gesit dari pada para senior," katanya, Kamis (8/9/2016).
Banyak pesilat-pesilat usia muda merupakan pencapaian bagus bagi Jatim dalam meregenerasi atletnya.
Para atlet saat ini tengah sibuk berlatih di padepokan silat, Desa Sumber Gedang, Dusun Prajek, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Alasan menggelar latihan di Pandaan, menurut Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Supratomo karena disana memiliki fasilitas perlengkapan penunjang yang baik.
"Latihan disana karena alat-alatnya juga bagus dan layak, selain itu padepokan tempat atlet latihan juga jauh dari keramaian jadi pesilat bisa konsentrasi hanya latihan," tuturnya.
20 pesilat itu akan turun di sembilan kelas tanding dan lima kelas tunggal, ganda, regu (TGR) atau seni.
Dari 20 atlet itu, ada satu atlet nasional bernama Sarah Triamonita yang ditargetkan bisa meraih emas.
Selain itu juga ada atlet senior berpengalamaan seperti Suhud. "Kami harap Sarah dan Suhud serta atlet senior lainnya bisa dapat emas," kata Momon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-pon-tim-pencak-silat-jatim_20160719_173722.jpg)