Berita Pendidikan Surabaya

Ratusan Siswa SDI Al Azhar Diperkenalkan Paspor dan Visa dalam Manasik Haji Cilik, ini Tujuannya

Acara Manasik Haji Cilik belangsung tiap tahun. Pihak Al Azhar mengdakannya dua tahun sekali untuk menanamkan betul tata cara berhaji.

Ratusan Siswa SDI Al Azhar Diperkenalkan Paspor dan Visa dalam Manasik Haji Cilik, ini Tujuannya
surya/pipit maulidiyah
Para siswa SDI Al Azhar peserta manasik haji cilik berfoto bersam di depan miniatur Ka bah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Adila Ghania Amira, siswi kelas 2 SDI Al Azhar 35 Surabaya menunjukkan paspor miliknya. Secarik kertas berstempel panitia Manasik Haji Cilik Yayasan Pondok Pesantren Al Falah, Rabu (7/9/2016) di Masjid Al Akbar Surabya.

Menurut Adila secarik kertas yang diibaratkan sebagai paspor itu adalah syarat wajib yang dibawa peserta manasik haji. Supaya tidak hilang di tengah jemaah lainnya.

"Di sini berisi informasi kita tinggal dimana," kata gadis kecil yabg sudah pernah berkunjung ke Mekah untuk umroh ini.

Infomasi pentingnya membawa paspor Adila dapat dari sekolah. Dikonfirmasi, pihak panitia Manasik Haji Cilik Yayasan Pondok Pesantren Al Falah, sekaligus Kepala Sekolah SD Islam al Azhar 35, Sifa Al Huda mengaku penting untuk mengenalkan paspor dan visa pada anak-anak sejak di bangku sekolah.

"Ini mengantisipasi mereka atau mengedukasi mereka supaya patuh. Bahwa jemaah haji harus memiliki paspor. Tidak seperti kejadian yang lalu jamaah Indonesia daftar di Filipina. Jadi tak hanya rentetan syarat dan rukun haji, pengetahuan prosedur sederhana, seperti paspor kami juga sampaikan," katanya usai acara.

Acara Manasik Haji Cilik belangsung tiap tahun. Pihak Al Azhar mengdakannya dua tahun sekali untuk menanamkan betul tata cara berhaji.

Total peserta 950-an lebih. Mulai dari TB TK, SD, dan SMP dari tujuh sekolah Al Falah Surabaya dan Sidoarjo.

"Kegiatan Manasik Haji Cilik ini kami setting semirip mungkin dengan masjidil haram yang berada di Makkah. Segala rangkaian kegiatan pelatihan mulai persiapan pembuatan miniatur ka’bah, kiswah, hijir Ismail, maqom Ibrahim, melontar jumroh, muthowwif (pembimbing haji) hingga khotib khutbatul wada’ dilakukan melibatkan siswa," tambah Sifa.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved