Rabu, 15 April 2026

Berita Malang Raya

Usai Bermimpi, Pemuda Ini Penggal Leher Kakek 80 Tahun di Malang, Dalihnya. . .

#MALANG - “Dasar tuduhannya hanya dari mimpi. Sejauh ini tidak terbukti korban dukun santet,” terang Adam," kata Kasat Reskrim AKP Adam Purbantoro.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yuli
Usai Bermimpi, Pemuda Ini Penggal Leher Kakek 80 Tahun di Malang, Dalihnya. . . - berita-malang-raya-dukun-santet-tewas-desa-pringgodani-kecamatan-bantur_20160906_002019.jpg
david yohanes
FITNAH DUKUN SANTET - Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro memegang parang yang digunakan Agus untuk membunuh Munarah, warga Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur.

SURYA.co.id | MALANG - Agus Siswanto (32), tersangka pembunuh Munarah (80) mengaku menyesali perbuatannya.

Agus berdalih, menebas leher Munarah hingga nyaris putus karena mengaku mendapatkan petunjuk lewat mimpi.

Warga Dusun Sengon, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini mengungkapkan, ayahnya dalam keadaan sakit.

Lewat mimpi, dia mendapat gambaran, sakitnya sang ayah karena santet dan pelakunya adalah Munarah, warga Dusun Krajan, Desa Pringgodani. 

“Saya menyesal telah membunuh Pak Munarah,” ucapnya saat di Mapolres Malang, Senin (5/9/2016).

Agus menuturkan, usai yakin ayahnya disantet Munarah, dirinya sengaja mencari Munarah.

Saat itu, Sabtu (2/9/2016) pagi Munarah sedang mencari rumput. Sambil membawa sebilah parang, Agus bertanya kepada Munarah.

“Saat itu saya tanyai Pak Munarah. Dan dia mengakui telah menyantet ayah saya,” tambah Agus.

Parang yang dibawa Agus adalah milik ayah kandungnya.

Masih menurut Agus, saat ditanya Munarah sempat membantah telah melakukan santet.

Namun Agus sempat mengintimidasi dengan menempelkan senjata tajam tersebut ke leher Munarah.

“Saya tanya Pak Munarah, apakah bisa menyembuhkan ayah saya? Dia bilang bisa, tapi nanti,” ucap Agus.

Agus mengaku marah karena jawaban Munarah tersebut. Sebab jawaban tersebut menjadi bukti, bahwa Munarah memang telah menyantet ayahnya.

Parang tersebut diayunkan dan mengenai telinga sebelah kanan.

Sekali lagi, Agus mengayunkan parang dan mengenai leher bagian belakang Munarah. Kakek enam cucu tersebut meninggal di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro mengatakan, tidak terbukti Munarah adalah dukun santet. Tuduhan tersebut hanya sepihak dari Agus.

“Dasar tuduhannya hanya dari mimpi. Sejauh ini tidak terbukti korban dukun santet,” terang Adam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved