Pemkot Surabaya

Pengurusan SKRK Online, Pemkot Optimistis Target PAD dari IMB Terpenuhi

“Semoga tahun ini dan tahun berikutnya bisa meningkat lagi,” tegas Eri Cahyadi, Selasa (6/9/2016).

Pengurusan SKRK Online, Pemkot Optimistis Target PAD dari IMB Terpenuhi
surya/rorry nurmawati
Pelaksana Tugas Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi paparan sistem online pengurusan SKRK, Selasa (6/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, optimis dapat memenuhi target senilai Rp 200 miliar.

Hal ini ditunjang dengan mempermudah pelayanan dalam mengurus Surat Keterangan Rencana Kerja (SKRK) melalui online.

Dikatakan oleh Pelaksana Tugas Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi, hingga saat ini di awal semester kedua tahun 2016, target IMB telah mencapai Rp 130 miliar.

Ia mencontohkan, dari target awal Rp 120 miliar, lantas berubah menjadi Rp 180 miliar rupiah dan kini menjadi Rp 200 miliar rupiah.

Dengan dimudahkannya pemohon IMB mengurus melalui online, ia pun optimis dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Pelayanan melalui online ini lanjut Eri Cahyadi telah ada sejak tahun 2012.

“Semoga tahun ini dan tahun berikutnya bisa meningkat lagi,” tegas Eri Cahyadi, Selasa (6/9/2016).

Dia menilai, meningkatnya pendapatan dari pengurusan IMB karena pemohon merasa nyaman untuk mengurus dan tanpa dipersulit.

Faktanya, sejak sistem online ini diperkenalkan, lanjutnya, jumlah pemohon yang mengurus terus meningkat.

“Dulu sebelum online, jumlah pemohon per hari sekitar 20-25 pemohon. Setelah ada online, jumlah pemohon per hari nya meningkat menjadi sekitar 60 pengunjung. Intinya, orang akan merasa nyaman mengurus IMB ketika tidak ada rasa sulit dan tidak dipersulit,” jelas Eri.

Walaupun kemudahan dalam mengurus SKRK telah dimudahkan, namun Eri Cahyadi menilai bahwa belum semua masyarakat memahami dan mengetahui sistem online itu. Hal ini disebabkan, tidak semua masyarakat paham tentang teknologi informasi. Bahwa sistem online bukan berarti tidak lagi bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, Eri Cahyadi telah membuka layanan IMB rumah tinggal di kecamatan.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved