Berita Nasional

Jelang Libur Panjang, Dewan Minta Pemerintah Tidak Teledor Lagi, Mengapa? ini Alasannya

“Pemerintah jangan meremehkan libur panjang Idul Adha ini. Kasus kemacetan parah saat libur panjang akhir tahun 2015 cukup jadi pelajaran."

Jelang Libur Panjang, Dewan Minta Pemerintah Tidak Teledor Lagi, Mengapa? ini Alasannya
istimewa
Drs. Fathan Subechi 

SURYA.co.id | JAKARTA - Komisi V DPR meminta pemerintah untuk membuat perencanaan dan eksekusi lebih baik menjelang libur panjang bertepatan dengan hari raya Idul Adha pada Senin, 12 September 2016.

Meskipun, arus mudik kali ini tidak akan sebesar momen Lebaran lalu, namun volume kendaraan menuju kota-kota di Jawa diperkirakan meningkat tajam.

“Pemerintah jangan meremehkan libur panjang Idul Adha ini. Kasus kemacetan parah saat libur panjang akhir tahun 2015 dan musim mudik lebaran 2016 sudah cukup jadi pelajaran. Akibat perencanaan yang kurang baik, masyarakat akhirnya banyak yang menjadi korban,” jelas Fathan Subchi, anggota Komisi V DPR dalam keterangan resminya, Selasa (6/9/2016).

Berdasarkan data dari Korlantas Polri, pada arus mudik dan balik Lebaran 2016, mulai 30 Juni hingga 9 Juli 2016, telah terjadi 1.947 kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.

Dari jumlah tersebut sebanyak 366 orang meninggal dunia, 634 orang luka berat dan 2.537 luka ringan.

Pada musim mudik lebaran 2016, ribuan kendaraan sempat terjebak di pintu tol Brebes Timur atau dikenal dengan sebutan Brexit, lantaran pintu tol dua jalur ini tak mampu menampung tingginya volume kendaraan yang masuk.

Bahkan, akibat kemacetan panjang hingga 20 kilometer, sebanyak 12 orang meninggal dunia pada arus mudik 3 hingga 5 Juli 2016.

Sebelumnya, terkait kekacauan di Brexit pada mudik Lebaran 2016, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Puji Hartanto mengakui bahwa pemerintah telah salah perhitungan. Pemerintah beranggapan libur panjang menjelang Lebaran 2016 akan mampu mengurai kemacetan. Namun faktanya berbeda.

“Kita memprediksi kurang tepat. (Prediksinya karena) Liburnya agak lama, jadi bisa terbagi, tetapi dilihat dari angka tidak demikian, semua tertumpu pada H-3 karena ingin menggunakan tol Cipali. Jadi menimbulkan... kalau teorinya seperti air bah...," katanya.

Fathan menegaskan, Budi Karya Sumadi sebagai menteri perhubungan yang baru harus memiliki perencanaan dan solusi taktis agar kemacetan dan jatuhnya korban jiwa di setiap libur panjang dapat dihindari. Apalagi infrastruktur di jalur pantura terus diperbaiki dengan investasi triliunan rupiah.

Halaman
12
Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved