Pendidikan Surabaya

Juara Robot Tingkat SD, Gery Tak Sempat Bermain

"Ada satu lagi temanku, ikut 5 kategori juga tapi dia cuma menang 3 medali saja," kata siswa kelas 6 ini bangga kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yoni
surya/Pipit Maulidiya
Gery menunjukkan sejumlah robot dan medalinya, Senin (5/9/2016) di ruang laboratorium lantai 4, SD Muhammadiyah 4 Pucang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gerard Verrel Rafierly (Gery) sumringah saat Surya.co.id menuju ke arahnya, Senin (5/9/2016) di lantai 4, gedung sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.

Bersama dengan puluhan temannya, sesama pemenang dalam kompetisi robot International Islamic School Robotic (IISRO) bulan lalu di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Gery menunjukkan robot miliknya.

Ada yang sedikit menarik perhatian Surya.co.id. Anak laki-laki berumur 11 tahun ini menjadi salah satu murid SD Muhammadiyah 4 yang mengikuti lima kategori sekaligus dalam ajang IISRO 2016. Empat dari lima kategori robot yang ia ikuti, keluar sebagai juara.

"Ada satu lagi temanku, ikut 5 kategori juga tapi dia cuma menang 3 medali saja," kata siswa kelas 6 ini bangga kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)

Dengan senyum ceria Gerry menunjukkan masing-masing robot miliknya. Ada Kategori Robot Dron (juara 2), Kategori Soccer (juara 2 dengan tim), Kategori Transporter (juara 2), Kategori Rescue (juara 3 dengan tim), dan Kategori Fire Fighting ( kalah, dengan tim).

Usaha Gery memang patut diacungi jempol. Di umurnya yang masih belia, dia berani mengambil resiko menggantikan waktu bermainnya untuk memprogram sejumlah robot, yang tentunya tak mudah.

"Waktu mendekati kompetisi, aku jadi lebih fokus ke robot. Yang paling susah itu programnya. Seperti belok kanan-belok kiri, serong kanan dan kiri, maju dan mundur. Terus nempel komponen satu dengan yang lain, harus konsentrasi biar tidak salah. Tak sempat bermain-main, karena ini sudah seperti bermain," ungkapnya serius kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Anak pasangan Rita Kartika dan Wahyu Hendriatmoko ini mengaku kerja kerasnya itu tak berhenti hingga kompetisi tiba. Karena mengikuti lima kategori sekaligus, Gery harus mengadu robotnya sehari dua kali.

"Acaranya empat hari, dalam sehari itu ada dua sampai tiga kategori robot yang dilombakan. Karena aku ikut lima kategori, ada jadwal yang berdekatan. Jadinya sehari aku ikut dua lomba sekaligus pagi dan sore hari," terangnya.

Di balik semangatnya mengikuti lima kategori sekaligus kompetisi IISRO, Gery mengaku perjuangannya mendapatkan medali itu supaya mudah diterima di SMP bergengsi di Surabaya.

"Bisa ke SMPN 1 terus besarnya di SMAN 5," kata anak laki-laki kelahiran 5 September 2005 ini.

Ajang IISRO kali ini adalah ajang ke dua yang Gery ikuti. Saking cintanya dengan memprogram robot, anak laki-laki berumur 11 tahun ini juga mengikuti Sekolah Robot Indonesia, 3 bulan terakhir.

Endik Setiawan, Penanggungjawab ekstra Robotika SD Muhammadiyah 4 Pucang mengaku, lima kategori yang Gery ikuti adalah berdasarkan kemauan dan kemampuannya sendiri.

"Sebelumnya saya lihat kompetensinya, saya sebagai guru hanya mengarahkan saja. Kalau dia bagus dalam hal ini dan itu, apalagi waktu lomba yang tidak bertabrakan, jadi tidak ada masalah. Dan syukurlah bisa membawa empat medali sekaligus," katanya.

Membawa pulang empat medali kompetisi robot Internasional tak lantas membuat Gery berbangga hati. Dia mengaku akan terus belajar agar bisa menciptakan robot yang lebih canggih.

"Belajar terus, supaya bisa buat robot yang hebat. Apalagi bisa membantu pekerjaan manusia," tutupnya lalu tersenyum.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved