Hukum Kriminal Surabaya

Dinyatakan Bersalah Korupsi Dana BOS, Mantan Kasek Divonis 3 Tahun Penjara, ini Perjalanan Kasusnya

"Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa," ujar hakim Sukadi saat membacakan amar putusannya.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Parmin
SURYA.co.id/Anas Miftakhudin
Tersangka Masykuri saat digiring penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak ke mobil tahanan untuk sikirim ke Rutan Medaeng, Selasa (1/3/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonis mantan Kasek MI Al Hidayah, Krembangan Utara, Surabaya, Masykuri, tiga tahun penjara karena kasus korupsi, Senin (5/9/2016).

Masykuri dinyatakan bersalah mterlibat korupsi Bantuan Operasional Daerah (Bopda) dan bantuan operasional Sekolah (BOS).

"Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa," ujar hakim Sukadi saat membacakan amar putusannya.

Selain hukuman penjara, terdakwa didenda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Dalam amar putusan hakim, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 519 juta.

Pertimbangan hakim, perbuatan korupsi terdakwa menimbulkan kerugian negara.

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhi Ginanjar SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

Saat itu terdakwa dituntut empat tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU juga menuntut terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 571,8 juta yang dibayar secara tanggung renteng.

"Bila tak mampu membayar, terdakwa bisa menggantikan denda pengganti dengan satu tahun kurungan," tambah JPU.

Kasus ini berawal adanya kucuran dana BOS dari Kementerian Agama yang mengalir ke MI Al Hidayah pada tahun 2013 dan 2014.

Rincian dana yang diterima MI Al Hidayah dana BOS Rp 511,5 juta pada tahun 2013. Sedangkan pada 2014 dana cair Rp 535,9 juta.

Sedangkan untuk dana Bopda MI Al Hidayah menerima Rp284 juta pada tahun 2013. Selanjutnya dana Bopda cair lagi tahun 2014 dengan nilai yang sama.

Sesuai pengajuan dana itu akan digunakan untuk pengembangan pendidikan bagi 799 siswa MI.

Sesuai petunjuk teknis (juknis), dana itu di antaranya digunakan gaji pendidik, perpustakaan, dan lainnya.

Namun dalam kenyataannya kucuruan dana tersebut diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya, sehingga tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjung Perak menyelidiki kasus ini dan menetapkan mantan kepala sekolah MI Al Hidayah, Masykuri, sebagai tersangka korupsi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved