Berita Surabaya

Bukalapak Cari ‘Pahlawan Digital’ Indonesia

“Setidaknya dengan program ini akan menciptakan jiwa entrepreneur dalam bisnis berbasis IT,” kata Chief Nugroho Herucahyono.

Bukalapak Cari ‘Pahlawan Digital’ Indonesia
surya/ahmad pramudito

SURYA.co.Id | SURABAYA - Pesatnya perkembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) belakangan, tak bisa dielakkan membawa efek pula pada perkembangan industri kreatif. Potensi ini lah yang kemudian dilirik oleh Bukalapak untuk memberi peluang sebesar-besarnya hadirnya programmer baru.

Eksplorasi bibit-bibit programmer muda ini digeber lewat Programming Contest yang diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, serta Surabaya. Agar niatan mencari programmer muda berbakat tercapai, maka kompetisi ini disasar pada kalangan mahasiswa.

“Setidaknya dengan program ini akan menciptakan jiwa entrepreneur dalam bisnis berbasis IT,” kata Chief Nugroho Herucahyono, Technology Officer (CTO) Bukalapak, Senin (5/9/2016).

Diakui Nugroho, Bukalapak Programming Contest yang diikuti 300 mahasiswa itu untuk mewadahi bakat mahasiswa di bidang teknologi, khususnya bidang competitive programming. Apalagi eksistensi programmer untuk mendukung bisnis dan infrastruktur digital sangat diperlukan.

“Dengan kompetisi ini, semoga terbangun competitive spirit serta keinginan berkontribusi terhadap dunia bisnis digital Indonesia,” ujar Selliane Halia Ishak, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) saat ditemui di Hotel Garden Palace Surabaya.

Dari tiap kota penyelenggara Bukalapak Programming Contest akan disaring masing-masing lima pemenang.
“Kami berharap agar kompetisi ini mampu menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat serta meningkatkan minat pelajar di Indonesia terhadap Teknik Informatika,” tandas Nugroho.

Menurut Nugroho, saat ini semakin banyak orang menyadari internet sebagai ladang yang potensial dalam memulai bisnis. Akibatnya, semakin banyak pula jumlah rintisan usaha di bidang teknologi informasi atau yang biasa dikenal sebagai start-up.

Untuk menciptakan start-up berkualitas, dibutuhkan SDM yang mampu berfikir kreatif dan menciptakan inovasi baru yang dibutuhkan masyarakat, dan salah satunya adalah programmer.

“Kami berharap kompetisi ini dapat meningkatkan minat pelajar di Indonesia terhadap Teknik Informatika. Mari jadi pahlawan-pahlawan digital muda Indonesia,” ujarnya.

Programner Berbakat
Pada kompetisi yang digelar Bukalapak yang bekerjasama dengan Bekraf kali ini, hanya 100 mahasiswa yang tersisih dari berbagai kampus di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Mereka diberi tugas untuk menyelesaikan puzzle algoritma menggunakan Bahasa C/C++, Java, Pascal maupun Python usai lolos seleksi awal.

Sedang Gema Buana Putra, Head of Human Capital Management mengatakan, saat ini Bukalapak memang lagi gencar mencari programer-programer berbakat. Sebab saat ini Bukalapak diperkuat oleh sekitar 150 programmer, dan kebanyakan fresh graduate (baru lulus).

“Untuk penambahan programmer, saya rasa Bukalapak terus melakukan itu. Sebab hal tersebut dilakukan untuk pengembangn fituristik baik di platform Android maupun di iOS. Apalagi saat ini Bukalapak sudah menampung sekitar 1,2 pelapak dengan 20 juta jenis produk yang diimbangi dengan puluhan ribu transaksi di setiap harinya, dan itu pun diakomodir oleh 2 data center yang berada di Jakarta,” tandas Gema.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf, Selliane Halia Ishak meyampaikan, kompetisi seperti ini diharapkan berkontribusi terhadap platform pembelajaran untuk mahasiswa akan pemahaman dan pengalaman yang diaplikasikan di dunia kerja.

Saat ini Bukalapak sudah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM ) sekitar 600 orang di mana sekitar 150 terdiri programmer, dan sisanya terbagi di divisi lain yang rata-rata usianya 27 hingga 30 tahun.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved