Berita Kediri

Tahu Kuning Mulai Go Internasional, Disiapkan Tahu Kuning Kemasan Kaleng

"Chef asing ini diharapkan mewakili aneka rasa mengolah tahu," tambahnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni
surya/Didik Mashudi
Mr Giles Emile Marx chef warga negara asing saat mengolah tahu takwa untuk menu masakannya. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Tahu takwa atau tahu kuning Kota Kediri mulai dipersiapkan untuk go internasional.

Salah satu upayanya diwujudkan dengan membuat tahu kuning dalam kemasan kaleng. Selain lebih tahan lama disimpan juga dipersiapkan untuk pasar ekspor.

Tahap uji coba tahu kemasan kaleng ini telah menjalani soft lounching yang dihadiri para pejabat Muspida Kota Kediri.

Sedangkan namanya telah mulai dipasarkan dengan branding Tahu Kaleng Kota Kediri (Takakori).

Ada tiga varian rasa dalam tahu kemasan kaleng Takakori yakni, Oseng-oseng tahu lombok ijo, Oseng-oseng tahu mercon dan Oseng-oseng tahu lombok abang.

Ketiga varian rasa ini sebagai tahap produk uji coba pengenalan pasar.

Tahu takwa kemasan kaleng ini bakal menambah khazanah kuliner di Kediri. Karena selama ini penjualan tahu takwa dilakukan dalam kemasan plastik dan besek.

Upaya membuat kemasan modern menjadi salah satu pilihan untuk mengenalkan tahu dapat disimpan lebih tahan lama. Saat ini masih tahap riset masa kedaluwarsa daya tahan tahu kemasan kaleng.

Selain membuat kemasan kaleng, juga telah ada upaya mengenalkan menu tahu kepada chef asing. Pihak Pemkot Kediri telah mendatangkan tiga chef asing yang selama ini mengelola restoran di luar negeri.

Ketiga chef yang dihadirkam untuk mengolah tahu masing-masing Janet Danefee dari Australia pengelola Restoran Casaluna. Ada juga Mr Giles Emile Marx asal Prancis yang mengolah versi menu masakan Prancis.

Selain itu Mr Giusepe Cogliore atau Mr Pino dari Palermo Italia. Pemasak asing ini menyajikan masakan tahu dalam vesri Sigara Pasta.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri Fery Silviana Veronika menyebutkan, sudah saatnya tahu takwa untuk dikembangkan lebih inovatif. Apalagi perjalanan sejarah tahu sudah sangat lama.

"Salah satu upayanya membuat tahu kemasan kaleng. Risetnya telah dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," ungkapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Diharapkan dengan membuat kemasan kaleng bakal membuat tahu takwa semakin mudah dibawa termasuk untuk diekspor.
Sehingga dapat menambahkan pemasukan daerah dan mengangkat perekonomian masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved