Berita Surabaya

Warga Jalan Kapas Gading Madya Keluhkan Pembuatan Gorong - Gorong Belum Rampung

"Sudah sejak sebulan yang lalu, proyek ini mangkrak dan belum ada penanganannya dari pihak pekerja proyek," ujarnya Rochmad Alchoiri.

Warga Jalan Kapas Gading Madya Keluhkan Pembuatan Gorong - Gorong Belum Rampung
surya/rizki mahardika
Pembanggunan gorong-gorong inilah dikeluhkan warga Kapas Gading Madya, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembuatan proyek gorong-gorong di Jalan Kapas Gading Madya 3 Surabaya membuat sorotan warga sekitar. Pasalnya pembuatan proyek tersebut belum juga diselesaikan dengan baik.

Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas warga. Terlebih, jalan tersebut merupakan pintu akses keluar masuknya warga sekitar.

Dari pantuan Surya.co.id di lapangan, galian lubang gorong - gorong tersebut masih terlihat dibiarkan begitu saja. Beberapa box culvert masih terlihat berjajar di samping rumah warga dan tidak ada pekerja proyek yang mengerjakan gorong-gorong tersebut

"Sudah sejak sebulan yang lalu, proyek ini mangkrak dan belum ada penanganannya dari pihak pekerja proyek," ujarnya Rochmad Alchoiri (30) warga sekitar.

Rochmad menambahkan, memang awalnya gorong-gorong yang sudah dibuat ditempat ini, berukuran kecil dan tidak bisa menampung banyak air.

"Awalnya memang kalau sedang turun hujan, wilayah disekitaran ini pasti banjir, akibat gorong gorongnya yang kecil," imbuhnya.

Zainuri (27), warga sekitar mengatakan, pihaknya juga sangat merasa resah akan proyek pembuatan gorong -gorong yang belum terselasaikan juga.

"Awalnya kami setuju akan pembuatan gorong-gorong baru secara gratis dari pemerintah dan pemasangan paving dijalan. Namun, yang saya sesasalkan para pekerja proyek setelah menggalih selokan sampai saat ini belum juga ditangani kembali," ungkapnya.

Zainuri menambahkan, pihaknya dan warga lainnya menggunakan benda seadanya untuk membuat akses keluar rumah menuju jalan.

"Lah para pekerja proyek ini baru menggalih selokan malah belum dikerjakan lagi dan akses keluar tiap rumah warga juga tidak diberi bantuan benda untuk digunakan pijakan sementara. Sehingga yah kami beri papan kayu atau bambu seadanya untuk dapat keluar rumah, agar dapat mengeluarkan kendaraan bermotor dan buat jalan setapak," ucapnya.

Zainuri mengaku, dengan belum kelarnya proyek ini membuat para orang tua anak disini merasa was-was ketika anaknya sedang asik bermain diluar rumah.

"Seminggu yang lalu, pernah ada anak tetangga yang terpeleset ke galihan selokan akibat galian gorong-gorong yang belum jadi. Dan kami himbau agar pekerja proyek setidaknya menutup sementara galian ini agar tidak timbul korban baik warga ataupun anak yang harus terpeleset ketika akan menjalankan aktivitasnya diluar rumah," katanya.

Arif (12), warga sekitar lainnya mengatakan, pihaknya juga sering was - was ketika bermain bersama teman sebayanya di depan rumah.

"Saya juga sering khawatir kalau main bersama teman di depan rumah, apalagi kondisi sisi jalan yang penuh pasir dan galihan gorong-gorong yang tidak ada tutup sementara, membuat kami yang bermain takut terpeleset masuk kedalam selokan," pungkasnya.

Penulis: Rizki Mahardi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved