Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Raya

Jenazah di Ladang Tebu Ternyata Mahasiswi Baru UMM, Pembunuhnya. . .

#MALANG - Saat polisi menunjukkan helm bogo berwarna hitam bergaris cokelat, Bonadi pun histeris. "Iku helm-e anakku pak, helm-e anyar," teriaknya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
hayu yudha prabowo
EVAKUASI MAYAT - Tim SAR mengevakuasi mayat mahasiswi UMM, Nadya Bella Anggreani (18), di saluran irigasi sebuah ladang di Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kabupaten Malang, Kamis (1/9/2016). 

SURYA.co.id | MALANG - Sesosok mayat ditemukan di area ladan tebu di Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (1/9/2016). Mayat itu berjenis kelamin perempuan

Hingga pukul 16.30 Wib, identitas mayat itu belum diketahui. Jenazah pertama kali ditemukan oleh Wahyudi (38), pencari rumput warga setempat.

Berdasarkan identifikasi awal, jenazah ditemukan sudah dalam keadaan rusak dan berbau.

Dia memakai jaket berwarna hitam dan celana jeans warna biru.

Dia ditemukan tertutup ilalang. Kasus ini kini sedang dalam penyelidikan Polres Malang. Sedangkan jenazah sudah dievakuasi ke Kamar Mayat RS Saiful Anwar. 

Ternyata, korban bernama Nadya Bella Anggreani (18). Dia merupakan warga Jl Bukirsari RT 4 RW 8 Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

UPDATE BERITA TERKINI SURABAYA DAN JATIM, LIKE/SUKA FACEBOOK SURYA Online

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro hingga Kamis (1/9/2016) petang, belum memberikan keterangan resmi terkait identitas mayat. Namun dari informasi yang dihimpun SURYA.co.id, perempuan itu adalah Nadya Bella A.

"Memang ada yang mengaku kehilangan, tetapi belum bisa dipastikan," ujar Adam kepada SURYA.co.id.

Berdasarkan penelusuran SURYA.co.id, Nadya merupakan mahasiswi D-3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang.

Seorang laki-laki yang mengaku saudaranya, awalnya memastikan mayat itu dengan mengecek di Kamar Mayat RS Saiful Anwar. Dari situlah, identitas mayat itu mulai terkuak.

Menjelang azan Magrib, seorang laki-laki bernama Bonadi, yang disebut ayah Nadya mendatangi kamar mayat. Laki-laki itu beberapa kali histeris dan terkulai lemas.

Ketika polisi menunjukkan helm jenis bogo berwarna hitam bergaris cokelat, Bonadi pun histeris. "Iku helme anakku pak, helme anyar," teriaknya.

Dia juga berteriak histeris ketika polisi menunjukkan sepasang sepatu flat berwarna hitam, dan warna merah di alasnya.

"Iku sepatune anakku, Pak. Anakku," ujarnya sambil menangis kemudian terkulai lemas.

Helm dan sepatu ditemukan polisi ketika melakukan olah tempat kejadian perkara. Kedua barang itu, bersama lipstik dan cermin ditemukan berceceran berjarak sekitar 250 meter dari jenazah ditemukan. 

BERITA SELANJUTNYA TERKAIT NADYA BELLA ANGGREANI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved