Berita Malang Raya

Produksi Thiwul dan Gathot Instan, Awalnya Diejek Kini Beromzet Puluhan Juta dan Tembus Amerika

“Kami diejek. Mereka banyak yang bilang, kalau mereka bisa membuat thiwul dan gathot sendiri. Akhirnya, saya yang membawa dan memperkenalkan makanan..

Produksi Thiwul dan Gathot Instan, Awalnya Diejek Kini Beromzet Puluhan Juta dan Tembus Amerika
surya/sany eka putri
Yosea Suryo Widodo, generasi kedua yang meneruskan usaha thiwul dan gathot instan. Kini usahanya yang dimulai sejak 1994 laris di pasaran bahkan sampai luar negeri. 

SURYA.co.id I MALANG - Bagi sebagian orang, terutama masyarakat desa pasti tak asing dengan makanan thiwul dan gathot.

Namun saat ini jajanan yang terbuat dari singkong ini jarang ditemui.

Yosea Suryo Widodo (36), berusaha melestarikan makanan tradisional ini dengan membuat thiwul dan gathot instan.

Yosea menjadi generasi kedua dari usaha yang sudah ada sejak 1994.

Ide membuat thiwul dan gathot instan berawal dari ayahnya yang melihat di kampung halamannya di Desa Tlogorejo, RT 16 RW 06, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, masyarakat sangat menyukai makanan ini. Bahkan menjadi makanan keseharian.

“Ayah kebetulan punya kebun singkong sendiri di belakang rumah. Jadi waktu itu kalau mau makan, ya tinggal ambil di ladang kalau lagi panen. Olahannya yang dibuat selalu gathot dan thiwul. Jadi makanan sehari-hari. Akhirnya timbullah ide untuk membuat usaha itu,” tuturnya saat ditemui di kediamannya di Puri Cempaka Putih 2, Selasa (30/8/2016).

Saat memulai, ayahnya mendapat singkong dari kebun sendiri. Untuk menjadikan makanan ini menjadi kering,diolah dengan bantuan alat seadanya.

Setelah bisa menghasilkan gathot dan thiwul instan tanpa bahan pengawet, ditawarkan dan dijual disekitar desa di Kabupaten Malang. Namun, yang ia dan ayahnya dapat hannya ejekan dari tetangga sekitar.

“Kami diejek. Mereka banyak yang bilang, kalau mereka bisa membuat thiwul dan gathot sendiri. Akhirnya, saya yang membawa dan memperkenalkan makanan ini ke kota. Sempat tidak percaya diri, tapi saya beranikan menawarkan ke kantor dinas, lalu ke pengendara mobil yang juga kelas menengah ke atas. Alhasil, banyak yang mencari. Bahkan ada yang bilang kalau ini makanan yang selama ini mereka cari-cari,” ungkap dia sembari mengenang masa itu.

Sejak saat itu, produksi thiwul dan gathot dengan nama brand Thiwul Heboh dan Gathot Heboh dikenal dimasyarakat luas. Terutama bagi kelas menengah ke atas. Bahkan setiap bulan, menunjukkan omset yang terus naik.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved