Selasa, 28 April 2026

Gelap di Tepian Metropolitan

Inovator Listrik Tenaga Arang Terabaikan di Sidoarjo, Mahasiswa ASEAN Justru Berguru

#SIDOARJO - Bambang Permadi beberapa kali diundang ke Papua dan Sulawesi untuk bicara tentang energi terbarukan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli
samsul hadi
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL - Warga pesisir belum terlayani listrik PLN. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Inovator listrik dari Sidoarjo, Bambang Permadi, mengakui, sejumlah kawasan di Sidoarjo ini belum teraliri listrik.

“Tempat-tempat itu kebanyakan ada di pesisir,” ujarnya.

Menurutnya, jika pemerintah mau membantu, sebetulnya untuk mengadakan penerangan sementara di sana tidak selalu ada kabel listrik PLN. Tapi bisa melalui solar cell, tenaga air laut atau angin.

"Kenapa harus susah payah menghadirkan jaringan listrik PLN?" sarannya.

Dia merasa sendirian mengembangkan penemuan-penemuannya tanpa ada dukungan, khususnya Pemkab Sidoarjo.

Seperti yang sudah banyak dikabarkan, Bambang adalah inovator listrik yang menciptakan arus listrik dari arang.

"Padahal saya ingin sekali ikut membangun tanah kelahiran saya. Banyak inovasi saya," katanya, Selasa (30/8/2016).

Sebagai catatan, Masjid Cheng Ho di Pandaan, Pasuruan, menggunakan jasa Bambang untuk menggunakan solar cell.

Sementara itu Pemkab Sidoarjo juga belum ada yang datang ke tempat Bambang. Padahal, di sisi lain, Bambang beberapa kali diundang ke Papua dan Sulawesi untuk bicara tentang energi terbarukan.

Ia juga pernah mewakili Provinsi Jawa Timur dalam penganugerahan Teknologi Tepat Guna di Jakarta.

Meski mulai letih dan kecewa, Bambang tak mau putus asa. Ia tetap terus mengembangkan penelitiannya. Bahkan saat ini ia sedang meneliti tentang lumpur Lapindo.

Ia mengaku dianjurkan seorang rekannya untuk ke Jakarta membicarakan tentang penelitian lumpur Lapindo. Tapi Bambang belum bisa berangkat karena terkendala biaya.

Baginya, meskipun belum ada inisiatif dari pemerintah menggunakan jasanya, menurutnya, inovasi-inovasi yang ia kembangkan setidaknya bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Saat ini, Bambang tengah mengerjakan proyek kincir angin yang akan dikirim ke Universitas Negeri Surabaya. Banyak mahasiswa belajar ke Bambang.

Bahkan, mahasiswa asal Swiss, dan 8 negara di ASEAN, mendatangi bengkel Bambang untuk belajar. Selain itu, mahasiswa dari ITS, Ubaya, Unesa juga datang.

Bambang berharap, Pemkab Sidoarjo mempedulikan nasib rakyat jelata yang hidup di pesisir tanpa adanya penerangan. Baginya, justru rakyat kecillah yang didahulukan pelayanannya. Bukan sebaliknya, hanya karena dari kelompok kecil, malah diabaikan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved