Berita Banyuwangi
Awal 2017, Landas Pacu Bandara Blimbingsari Banyuwangi Ditebalkan, Ini Tujuannya
Sebenarnya dengan tebal saat ini, Kemenhub sudah mendukung Boeing 737-500 untuk mendarat di Bandara Blimbingsari.
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Landasan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Jawa Timur, akan ditebalkan dari kekuatan PCN 28 menjadi PCN 40, mulai pada awal 2017.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ada sejumlah anggaran untuk pengembangan bandara Banyuwangi dari Kementerian Perhubungan.
"Saya bertemu dengan Menhub dan beliau mendukung pengembangan bandara di Banyuwangi," kata Anas, Senin (29/8/2016).
Penebalan itu ditujukan agar pesawat jenis Boeing 737-500 bisa segera beroperasi sehingga penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi yang dinantikan para wisatawan bisa segera terealisasi.
"Sebenarnya dengan tebal saat ini, Kemenhub sudah mendukung Boeing 737-500 untuk mendarat di Bandara Blimbingsari. Tetapi Kemenhub meminta agar peningkatan fasilitas Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PPK) dipenuhi," kata Anas.
Karena harga PPK cukup mahal, salah satu solusi yang ditawarkan adalah menyewa sementara dari PT Angkasa Pura.
Terminal bandara baru Blimbingsari ditargetkan dapat beroperasi pada awal tahun depan.
Pengerjaan tahap akhir terminal baru tersebut menggunakan biaya APBD Provinsi Jawa Timur dan Banyuwangi.
Terminal ini dirancang nyaris tanpa penyejuk ruangan atau air conditioner.
Kesejukan ruangan diciptakan dengan pengaturan sirkulasi udara, water treatment, dan beragam tanaman hingga ke atap terminal.
Arsitekturnya mengadopsi model atap rumah khas Suku Osing asli Banyuwangi dengan menyediakan anjungan yang mengarah langsung ke landasan. (Ira Rachmawati)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bandara-blimbingsari_20151105_115723.jpg)