Berita Surabaya
Penting, Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak, Seperti Ini Tanggung Jawabnya
Dikatakannya, mengambil rapor anak menjadi bagian kecil dalam tanggung jawab ayah dalam pendidikan anak.
Penulis: Habibur Rohman | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi orang tua, dapat secara alami terjadi secara biologis. Secara otomatis, orang tua juga membentuk pribadi anak dari segi sosial dan spiritual. Sayangnya, bagaimana menjadi orang tua tidak terdapat dalam pelajaran akademik.
Persepsi akan tanggung jawab dalam sebuah keluargapun banyak perbedaan pendapat. Namun, motivator dan penulis buku "Bukan Sekedar Ayah Biasa", Ir Misbahul Huda MBA memaparkan sisi lain dalam membangun keluarga.
Menurutnya, ayah menjadi penanggung jawab utama dalam pendidikan anak. “Saya selalu berusaha untuk menghadiri acara raportan anak-anak saya. Dan biasanya saya paling ganteng sendiri, karena kebanyakan yang hadir adalah ibu-ibu,” ungkapnya dalam seminar parenting Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSf) Surabaya di AJBS, Minggu (28/8/2016).
Dikatakannya, mengambil rapor anak menjadi bagian kecil dalam tanggung jawab ayah dalam pendidikan anak.
Dalam keluarga harus ada satu yang menjadi penanggung jawab utama pendidikan anak. Menurutnya, ayahlah seharusnya yang mengemban amanah itu. Iapun mengulas Alquran yang memberi contoh-contoh kisah ayah yang menjadi sentral pendidikan.
“Nabi Adam yang menyelesaikan masalah antara Habil dan Qabil. Dan bukan Siti Hawa. Ada kewibawaan ayah yang tak tergantikan oleh ibu,” terangnya.
Ketegasan yang tidak bisa diberikan ibu, maka disitulah peranan ayah. Sehingga ia mewanti-wanti pada para ayah untuk benar-benar terlibat dalam pendidikan anak.
“Jangan sampai ayah tidak hadir dalam diri anak karena merasa sudah mencari nafkah. Lalu urusan anak, diserahkan sepenuhnya pada ibu,” ujarnya.
Ia kembali menekankan agar orang tua yang sepenuhnya memercayakan sekolah sebagai penanggung jawab pendidikan anak.
“Tugas pendidikan anak itu tanggungjawab orang tua, khususnya ayah. Bahkan harus ada kerja sama antara ayah m, guru dan anak dalam membentuk kepribadian anak,”lanjutnya.
Dikatakannya, seorang Ayah harus lebih rajin berdialog dengan anak, lebih sering dibanding ibu yang sehari-hari bersama buah hati.
“Jadilah Ayah istimewa, yang selalu hadir secara emosional dan spiritual yang cukup dalam pengasuhan anak,”pungkasnya.
Sementara itu, manager marketing YDSf, Khoirul Anam mengungkapkan sebagai lembaga amil zakat, YDSf menyasar keluarga, termasuk orang tua dan anak. Dikatakannya, seminar oarentung menjadi persiapan memberi bekal pada calon orang tua.
“Karena sekolah menjadi orang tua tidak ada. Menjadi orang tua otodidak. Jadi selain pelatihan ini untuk calon orang tua, sekaligus untuk orang tua yang butuh asupan untuk mendidik anak,” paparnya.
Sehingga diharapkan orang tua bisa menentukan bagaimana mendidik anak yang baik. Dan menyadarumi pengasuhan antara anak dan orang tua tidak hanya satu arah.
