Kamis, 9 April 2026

Berita Gresik

Petrokimia Gresik Undang Dalang dari Magetan, Lakonnya 'Gatotkaca Kalajaya'

#GRESIK - Pergelaran wayang kulit itu mengambil cerita 'Gatotkaca Kalajaya' dengan dalang Ki Putut Puji Agusseno dari Magetan.

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
sugiyono
WAYANG KULIT - Pagelaran wayang kulit di halaman GOR PT PG, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Gresik, Jumat (26/8/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG) menggelar wayang kulit dalam rangka HUT ke-71 Republik Indonesia dan HUT ke-44 PG di halaman GOR PT PG, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Gresik, Jumat (26/8/2016) malam.

Pergelaran wayang kulit itu mengambil cerita 'Gatotkaca Kalajaya' dengan dalang Ki Putut Puji Agusseno dari Magetan.

Kisahnya seputar Gatotkaca putra Werkudara sejak masih bayi atau disebut Jabang Tetuka.

Ia harus kehilangan masa kanak-kanaknya untuk digembleng dan digodok di kawah Candradimuka oleh Bathara Narada.

Tujuannya agar kelak menjadi ksatria yang tangguh sakti mandraguna. jagonya para dewa di Kahyangan.

Ketika itu, Prabu Kala Pracuna dari Gilingwesi menyerang Kahyangan karena ingin menyunting Dewi Supraba.

Kesaktian Prabu Kala Pracuna tidak tertandingi oleh penghuni Kahyangan. Gatotkaca dengan kesaktiaanya dapat menumpas Prabu Kala Pracuna dan wadyabalanya.

Dengan keberhasilannya itu, Bathara Guru berjanji memberi anugerah kepada Gatotkaca untuk dinobatkan sebagai penguasa di Kahyangan Selakandha Warubinangun.

Sementara itu, Raden Dewa Srani putra Bathara Guru dari Bathari Durga menuntut hak agar dia yang jadi penguasa di Kahyangan Selakandha, Warubinangun.

Namin, Gatotkaca dengan keteguhannya sebagai satria dan kemantapan hati melakukan tapa brata.

Pada akhirnya Gatotkaca diwisuda menjadi penguasa Kahyangan membawa pada kondisi aman dan tentram.

"Cerita pewayangan ini banyak mengupas filosofi hidup yang ada di Nusantara yang bisa diambil hikmahnya sehingga bisa sebagai dasar kearifan lokal bangsa ini, yang perlu terus digali demi menjaga tetap lestari," kata Kabag Infokom PT PG Widodo Heru, saat ikut menyaksikan pagelaran wayang kulit.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PG Nugroho Christijanto mengatakan bahwa pagelaran wayang kulit ini untuk menghibur masyarakat Gresik dan melestarikan kesenian Indonesia agar tetap lestari.

"Ini hiburan bagi masyarakat. Masyarakat diharapkan mengambil hikmah dari cerita wayang tersebut. Ini juga kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan," kata PG Nugroho Christijanto dalam sambutan pembukaan. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved