Berita Magetan

Mbok Yem, Legenda Hidup Gunung Lawu yang Tahan Hidup di Suhu Minus 5 Derajat Celcius

Mbok Yem yang bernama asli Wakiyem, sudah tinggal menetap di Gunung Lawu sejak tahun 1980-an.

Mbok Yem, Legenda Hidup Gunung Lawu yang Tahan Hidup di Suhu Minus 5 Derajat Celcius
surya/eko darmoko
Mbok Yem, pemilik warung tertinggi di Gunung Lawu. 

SURYA.co.id I MAGETAN - Bagi pecinta film,  ‘Ada Apa dengan Cinta?’ pasti nggak bisa move on dari tokoh fiktif legendaris bernama Rangga yang diperankan Nicholas Saputra. Nah, bagi kalangan pecinta alam atau pendaki, ngomongin atau singgah di Gunung Lawu, pasti nggak bisa jauh-jauh dari sang legenda hidup bernama Mbok Yem.

Mbok Yem yang bernama asli Wakiyem, sudah tinggal menetap di Gunung Lawu sejak tahun 1980-an.

Bukan di lereng atau kaki gunung, namun ibu empat anak ini tinggal di sebuah pondok yang terletak beberapa meter dari Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu di ketinggian 3265 mdpl.

Tak sekadar tinggal, Mbok Yem juga berjualan makanan dan minuman demi ‘memanjakan’ kaum pendaki.

“Saya di sini menetap dan jualan pecel, gorengan, dan minuman. Sejak tahun 80-an, Mas,” kata Mbok Yem sambil menggoreng tempe menjes, saat ditemui SURYA di pondoknya di Gunung Lawu, Rabu (24/8/2016).

Saat ditemui Surya Online, Mbok Yem mengaku sedang tidak sehat. “Tadi saya habis diurut (pijat), Mas,” ucapnya.

Meskipun kondisinya tidak fit, namun Mbok Yem terlihat bersemangat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Surya Online.

Semua ia jawab secara antusias, meskipun kadang terdengar ketus. Hanya saja, ketika ditanya soal usia, ia harus berpikir keras. “Wah, saya lupa tanggal lahir saya. Mungkin usia saya sekitar 70 tahun,” desisnya lirih, namun suaranya terdengar berat.

Wajar bila fisik Mbok Yem drop. Pasalnya, Gunung Lawu memang dikenal memiliki cuaca ekstrem. Di luar pondok yang sanggup menampung 30-an pendaki itu sedang berkecamuk angin kencang. Bahkan, saat malam hari, suhu bisa mencapai minus 5 derajat.

“Sampeyan bawa sleeping bag, kan? Soalnya di atas lagi dingin-dinginnya. Badai sedang kencang-kencangnya. Suhu bisa sampai minus 5 derajat,” kata Tebe, petugas pos pendakian, ketika Surya Online hendak memulai pendakian dari Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan.

Halaman
1234
Penulis: Eko Darmoko
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved