Berita Surabaya

Kata Wali Kota Risma, Budayakan Mendongeng agar Anak Dekat dengan Orangtua

"Saat ini, sudah ada 1000 perpustakaan ada di Surabaya. Di mana, di semua perpustakaan menyediakan buku dongeng dan buku pelajaran."

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya/rorry nurwawati
Para peserta mendongen cerita rakyat mengajak foto bersama Walikota Risma, Sabtu (27/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Membudayakan membaca tidak hanya untuk anak-anak, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Kearsipan dan Perpustakaan (Baperpus) Kota Surabaya menyerahkan budaya membaca untuk orangtua. Artinya, orangtua harus berperan aktif dalam membudayakan membaca dongeng untuk menjalin kedekatan terhadap anak.

Kepala Badan Kearsipan dan Perpustakaan (Baperpus) Kota Surabaya, Arini Pakistyaningsih mengatakan, minat baca untuk orangtua saat ini mulai mengalami kenaikan. Di mana pada tahun 2010 hanya 28 persen, sedangkan saat ini telah mencapai 59,6 persen.

Peningkatan itu juga ditunjang dari adanya perpustakaan yang ada disetiap Balai RW masing-masing daerah.

"Saat ini, sudah ada 1000 perpustakaan ada di Surabaya. Di mana, di semua perpustakaan juga menyediakan buku bacaan berupa buku dongeng dan buku pelajaran. Jadi, bisa dipergunakan untuk semua kalangan," katanya, Sabtu (27/8/2016).

Saat ini lanjut Arini, sebanyak 1.300 perempuan telah menerapkan budaya membaca dongeng untuk anak. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemkot Surabaya, dimana peran orangtua sangat aktif untuk tumbuh kembang anak pada masa kecil.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, peran orangtua bagi anak dimasa belia sangatlah penting. Sebab, kreativitas anak pada saat dewasa sangat berpengaruh pada saat masa pertumbuhan anak. Risma pun mencontohkan, bila orangtua selalu memberikan cerita berupa dongeng untuk anak, maka selain isi cerita yang melekat maka kedekatan pun juga terjalin.

"Maka hubungan orangtua menjadi lebih dekat bila diberikan dongeng secara langsung oleh orangtua. Hubungan orangtua dengan anak akan lebih dekat, bila anak-anak diberikan cerita, maka kelak saat dewasa akan membekas dalam benak mereka. Dan hubungan baik pun terjalin antara anak-anak dengan orangtua," katanya.

Penerapan membaca dongeng itu, juga diterapkan oleh Istiotini warga Kelurahan Babat Jerawat, Pakal. Ia mengatakan, dengan memberikan anak dongeng maka ia akan semakin berkreasi dan terasah lagi.

"Seperti ini, dapat mendorong anak lebih tahu soal cerita asal usul suatu daerah, sehingga kelak saat dia sudah masuk ke sekolah dia menjadi familiar ketika gurunya memberikan suatu cerita,"katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved