Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Risma Kerjasama dengan Putra Mendiang Presiden Soeharto untuk Urusan Berikut Ini

#Risma mengatakan, target Surabaya bukan hanya menjadi tuan rumah pertemuan formal melainkan juga event-event olahraga.

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Yuli
rorry nurmawati
Ketua PB Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Bambang Trihatmodjo saat keterangan pers di Surabaya, 25 Agustus 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah menjadi tuan rumah pertemuan internasional, The Third of The Preparatory Committee for Habitat III (Prepcom) pada 25-27 Juli lalu, Kota Surabaya kembali ditunjuk sebagai venue AustralAsia Handgun Championship (AAHC) 2016, 29 Agustus hingga 2 September.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun bertekad untuk menjadikan Kota Pahlawan sebagai Kota Dunia.

Kompetisi menembak level 4 atau bertaraf antar benua ini, dilaksanakan di Lapangan Bumi Marinir Karangpilang, dengan jumlah peserta kurang lebih 500 orang.

Namun, untuk pembukaannya, akan digelar di halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu (26/8/2016) sore.

Risma mengatakan, salah satu indikator kota dunia adalah dapat dipercaya menghelat event skala internasional.

Seiring banyaknya event internasional yang hadir di Surabaya, otomatis juga membuat Kota Pahlawan lebih dikenal di kancah global.

Risma melanjutkan, sasaran Surabaya bukan hanya menjadi tuan rumah pertemuan formal melainkan juga event-event olahraga yang mungkin kurang diperhatikan di kota lain.

Dia berharap, kepercayaan dunia menembak internasional kepada Surabaya terus berlanjut. Sebab, pada 2020 nanti ada kejuaraan menembak dunia yang prestisenya lebih tinggi.

“Kalau kita berhasil di level 4 (antar-benua) ini, kita akan punya peluang untuk jadi tuan rumah di kejuaraan menembak level 5 (tingkat dunia). Tentunya jumlah pesertanya akan jauh lebih banyak lagi,” kata Risma saat jumpa pers di balai kota, Kamis (25/8/2016).

Sementara itu, Presiden International Practical Shooting Confederation (IPSC) Nick Alexakos mengatakan bahwa Surabaya punya kesempatan bagus.

Menurut Nick, salah satu kekuatan Surabaya, di samping infrastruktur, juga keramahan warganya.

“Saya sangat terkesan dengan keramahan publik Surabaya. Hal itu saya rasakan sejak mendarat di bandara hingga ke hotel. Semua orang yang saya jumpai sangat ramah dan terbuka,” katanya.

Sayangnya, Nick tidak berani memastikan Surabaya akan menjadi tuan rumah pada 2020. Sebab, pemilihan tuan rumah akan melewati sejumlah tahapan di IPSC.

“Surabaya kota yang baik, sayang saya tidak punya jawabannya sekarang. Tentu, Surabaya bisa mengikuti proses biding menjadi tuan rumah dan kesempatannya sangat terbuka lebar,” imbuhnya.

Ketua PB Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Bambang Trihatmodjo menuturkan, pihaknya menargetkan dua kategori yakni standard dan revolver.

Pasalnya, Indonesia pernah menorehkan prestasi juara 2 tingkat junior pada kejuaraan menembak dunia level 5 di Amerika Serikat tahun lalu.

“Kalau yang sempat dapat nomor juara 2 junior di Amerika Serikat itu ada di kategori standar. Di kategori revolver, kita juga punya penembak level dunia,” terang anak mendiang Presiden Soeharto itu. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved