Musim Haji 2016

Penyidik Bareskrim ke Filipina Periksa Perwakilan 177 CJH Indonesia yang Nunut Kuota

Kabareskrim Komjen Ari Dono membenarkan timnya beranggota empat orang penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah tiba di Manila

Penyidik Bareskrim ke Filipina Periksa Perwakilan 177 CJH Indonesia yang Nunut Kuota
surya/ahmad zaimul haq
Petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sukolilo Surabaya menyortir paspor dan visa Calon Jemaah Haji (CJH) yang nantinya akan berangkat dari Embarkasi Surabaya, Jumat (29/7/2016). 

SURYA.co.id I JAKARTA - Kabareskrim Komjen Ari Dono membenarkan timnya beranggota empat orang penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah tiba di Manila, Filipina.

Kedatangan mereka untuk menyelidiki adanya calon jemaah haji (CJH) Indonesia yang ditahan pemerintah Filipina.

"Kasus seperti ini (berangkat haji pakai kuota negara orang lain) baru pertama kali. ‎Penyidik saya sudah di Filipina mengambil keterangan dari perwakilan sebagian kelompok. Itu kan ada beberapa kelompok pengiriman travel. Mereka diambil keterangannya, untuk dijadikan bahan langkah selanjutnya," terang Ari Dono di kantor Kompolnas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2016).

Ditanya soal bagaimana laporan dari tim tersebut, jenderal bintang tiga ini mengaku belum mendapat laporan resmi.‎

Menurutnya apabila dari hasil pemeriksaan, ada dugaan mengarah ke travel pemberangkatan melakukan pidana maka itu akan diproses.

"‎Kalau memang ada perbuatan pidana, dan buktinya ada ya nanti (travelnya) diproses," tegasnya.

Karena belum ada informasi signifikan dari hasil pemeriksaan di Filipina sehingga tim di daerah belum melakukan penelusuran pada agen travel yang memberangkatkan 177 jamaah haji tersebut.

Sebelumnya, 177 calon jemaah haji ilegal asal Indonesia ditahan pihak Imigrasi Filipina. Mereka diduga memanfaatkan sisa kuota haji yang diterima Filipina dari Pemerintah Arab Saudi.

Mereka ditahan di Pusat Tahanan Biro Imigrasi Camp Bagong Diwa Bicutan, Manila.

Mereka ditangkap bersama lima warga Filipina yang membawa mereka ke maskapai Philipine Airlines untuk penerbangan ke Arab Saudi, Jumat, pekan lalu.

Para jemaah asal Indonesia itu membayar mulai 6.000 – 10.000 dollar AS per orang menggunakan kuota haji yang diberikan Arab Saudi kepada Filipina. (Theresia Felisiani)

Editor: Musahadah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved