Breaking News:

Berita Surabaya

Jalan Layang Waru - Masjid Al Akbar Surabaya Rampung, Macet Bundaran Waru segera Terurai

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, mengapresiasi dan menyambut baik hibah yang dilakukan PT SL.

surya/irwan syairwan
Bupati Saiful ilah didampingin PT Surabaya Lingkarmas, Hendra Suryanto saat peresmian jalan layang tersebut, Kamis (25/8/2016). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sidoarjo memiliki jalan baru, yaitu Jalan Layang Ramp (JLR) 115. Jalan layang sepanjang 1,2 km dan lebar 10 meter itu menghubungkan kawasan Waru menuju bilangan Lingkarmas (Masjid Al Akbar Surabaya).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan jalan layang ini merupakan hibah dari PT Surabaya Lingkarmas (SL).

"PT SL mengajukan usulan mewujudkan jalan layang ini pada April 2015 lalu agar ada akses langsung dari Sidoarjo menuju Masjid Al Akbar dan kawasan Lingkar Mas tanpa harus melewati Jalan A Yani Surabaya. Kami menyambut baik usulan itu," kata Sigit di sela-sela Peresmian JLR 115, Kamis (25/8/2016).

Pembangunan dilakukan selama 10 bulan. Sigit menuturkan seluruh biaya yang berjumlah Rp 32 miliar itu sepenuhnya dari PT SL.

Jalan ini dibangun dengan sistem cor yang diestimasi memiliki ketahanan hingga 20 tahun.

"Sekarang jembatannya sudah bisa digunakan masyarakat," sambungnya.

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, mengapresiasi dan menyambut baik hibah yang dilakukan PT SL.

Menurutnya, peran serta pihak swasta dalam membangun Sidoarjo akan kembali dalam bentuk keuntungan yang lebih besar lagi.

"Sidoarjo ini kota industri yang tingkat pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata angka nasional. PT SL membantu membuatkan infrastruktur, pasti modal tang dikeluarkan akan kembali menjadi keuntungan yang lebih besar," imbuh Saiful.

Pimpinan PT SL, Hendra Suyanto, menyatakan pihaknya mengusulkan pembangunan jalan layang ini karena geram melihat kawasan Bundaran Waru yang tiap hari macet.

Adanya jalan layang ini bisa menjadi alternatif para pengendara yang ingin ke arah Gunung Sahari tanpa harus melewari Jalan A Yani.

Jalan layang ini langsung mengarah ke kawasan Lingkarmas dan Masjid Al Akbar. Dari sini, bisa menuju Gunung Sahari melalui daerah Ketintang.

"Kami ingin membantu mengurai kemacetan yang biasa terjadi saat jam sibuk," tandas Hendra.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved