Berita Ekonomi Bisnis

K-Link Mudah Pasarkan Produk karena Bisa Langsung Demo

Reza mengatakan, K-Link perlu menjelaskan kepada publik bahwa perusahaan itu berbeda dengan perusahaan MLM lainnya.

Penulis: Adi Sasono | Editor: Parmin
surya/adi sasono
Reza (paling kiri) dan Romi ( kedua dari kiri) saat berkunjung ke Harian Surya, Rabu (24/8/2016). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – K-Link, perusahaan yang menjalankan network marketing atau multilevel marketing (MLM) mengklaim sangat mudah menjelaskan produk-produk yang dijualnya.

“Mengapa sangat mudah? Karena hampir semua produk K-Link bisa didemokan di depan calon pelanggan,” kata Romi Zakka Almuhammadi, Senior Crown Ambassador K-Link dalam kesempatan berbincang-bincang di Redaksi Harian Surya di Surabaya, Rabu (24/8/2016) sore.

Salah satu contoh, kata Romi, adalah ketika menjelaskan khasiat suplemen makanan Chlorophyll.

“Misalnya, calon pelanggan kami ajak minum Chlorophyll yang berkhasiat menambah kekuatan. Bagaimana kita bisa dengan mudah mengangkat orang setelah minum suplemen ini,” imbuh Romi.

Jadi, kata Romi, anggota K-Link bisa lebih mudah meyakinkan orang lain tentang khasiat produk-produknya karena orang bisa melihat langsung dampaknya.

Dalam kunjungan itu, Romi tidak sendirian. Ia ditemani Reza, Area Manager K-Link untuk wilayah Indonesia Timur dan Asih Dewi Karim, communication expert Hepi.Inc, konsultan yang menangani promosi K-Link.

Reza mengatakan, K-Link perlu menjelaskan kepada publik bahwa perusahaan itu berbeda dengan perusahaan MLM lainnya.

“Kami perlu menjelaskan kepada masyarakat agar tidak fobia terhadap MLM atau mencampuradukkan MLM dengan money game,” kata Reza.

Kata Reza, K-Link sudah mendapatkan sertifikasi syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang karena itu pula mendapatkan izin untuk berbisnis di Arab Saudi.

Menurut Reza, para member K-Link bisa mendapatkan penghasilan karena menghasilkan omzet, bukan karena menambah anggota.

“Jadi semakin banyak barang yang dijual, semakin banyak pendapatan. Penambahan anggota hanya untuk memperluas jaringan,” katanya.

Reza juga mengatakan, tenaga kerja Indonesia (TKI) mempunyai peran sangat penting untuk membesarkan K-Link yang dibangun di Malaysia.

“K-Link bisa besar di Malaysia juga antara karena peran TKI. Demikian juga di Arab Saudi,” kata Reza.

Kini, kata Reza, PT K-Link Indonesia yang dipimpin President Director Dato Dr H Md Radzi Saleh itu telah mempunyai 2 juta anggota dari seluruh Indonesia.

Program terbaru yang diluncurkan K-Link, kata Reza adalah K-Link Viral Marketing (KVM), yaitu platform program pemasaran terintegrasi sebagai salah satu bentuk go digital.

“Jadi, kalau sebelumnya komunikasi dilakukan dengan tatap muka, dengan KVM bisa lewat dunia maya,” kata Reza.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved