Musim Haji 2016

Visa Haji Sering Bermasalah, Wagub Jatim Desak Arab Saudi Buka Konsulat Jenderal di Surabaya

"Kami harus mendorong negara Arab Saudi untuk sebaiknya membuka perwakilan di Surabaya. Membuka Konsulat Jenderal Arab Saudi," kata Gus Ipul.

Visa Haji Sering Bermasalah, Wagub Jatim Desak Arab Saudi Buka Konsulat Jenderal di Surabaya
setkab.go.id
ARSIP - Raja Arab Saudi, Salman, memberikan penghargaan King Abdulaziz Medal kepada Presiden Joko Widodo di Jeddah, Sabtu (12/9/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setiap tahun selalu ada saja calon jemaah haji yang gagal berangkat sesuai jadwal.

Tidak saja harus terpisah dari jemaahnya satu daerah asal, namun ada yang sampai sepekan lebih tertahan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Mereka jelas tidak mungkin pulang ke kampugnya karena malu jika belum berangkat.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Mahfud Shodar mengakui bahwa catatan yang selalu mengiringi pelaksanaan haji adalah tertundanya jemaah berangkat.

"Kalau gagal berangkat tidak ada. Kecuali sakit keras dan meninggal dunia. Soal visa itu hanya tertunda keberangkatannya," kata Mahfud.

Namun Mahfud angkat tangan kalau sudah menyangkut visa ini. Dokumen itu memang otoritas kedutaan Arab Saudi yang berhak mengeluarkannya.

Termasuk saat revisi dan penyempurnaan juga melalui kedutaan ini di Jakarta. Sempat ada khabar gembira karena visa bisa dicetak di mana pun.

Termasuk di daerah. Namun kebijakan itu hanya bertahan sepekan dan kini kembali manual.

Meski sudah era teknologi informasi, pembuatan visa itu harus menggotong berkas ke Jakarta untuk distempel. "Kalau ini di luar kemampuan kami," kata Mahfud.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku tidak habis pikir dengan situasi menyangkut visa.

Dengan era serba teknologi informasi, idealnya memang pembuatan dokumen haji termasuk visa bisa dengan teknologi ini.

"Termasuk kami harus mendorong negara Arab Saudi untuk sebaiknya membuka perwakilan di Surabaya. Membuka Konsulat Jenderal Arab Saudi. Ini akan memberi manfaat. Semua jemaah kita itu membayar untuk mendapatkan visa," kata Gus Ipul.

Setiap pekan ada tiga penerbangan umrah dari Jatim melalui Bandara Juanda. Ada ribuan jemaah setiap pekan dan itu perlu visa. Belum lagi saat musim haji seperti saat ini. Konjen Arab akan sangat dibutuhkan.

"Saya salut dengan Amerika dan Jepang yang membuka Konjen di Surabaya. Seberapa banyak penduduk mereka di Surabaya? Sedikit. Tapi kalau Arab pasti dinantikan untuk urus visa. Biar tak terbengkalai seperti ini," kata Gus Ipul

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved