Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Sehari, Maulid Bisa Jual 75 Poket Sabu, Keuntungannya Rp 300.000

Sebenarnya Maulid memiliki pekerjaan tetap, yaitu pegawai di pabrik sepatu. Tapi gajinya hanya cukup untuk makan keluarganya.

Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
surya/zainudin
Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete (dua kiri) memperlihatkan dua tersangka dan sejumlah barang bukti hasil kejahatan pelaku, Jumat (19/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maulid (31) baru delapan bulan menggeluti bisnis narkoba jenis sabu. Tapi warga Randu Barat ini sudah memiliki pelanggan cukup banyak.

Dalam sehari, Maulid mampu menjual sabu sebanyak 75 poket. Dari penjualan barang haram ini, dia mendapat untung Rp 300.000 per hari.

Sebenarnya Maulid memiliki pekerjaan tetap, yaitu pegawai di pabrik sepatu. Tapi gajinya hanya cukup untuk makan keluarganya. Dia sering kelimpungan memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

"Saya mengambil barang di Madura," kata Maulid, Jumat (19/8/2016).

Maulid tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengambil sabu dari bandar berinisial MT. Dia baru mengeluarkan uang setelah sabu tersebut terjual. Bandar mempercayai Maulid karena bapak dua anak ini sebelumnya pelanggan eceran.

Maulid ke Madura hampir setiap hari. Biasanya dia berangkat ke Madura setelah pulang kerja. Sekali berangkat ke Madura, Maulid mengambil sabu sebanyak 75 poket.

"Saya berikan sebagaian keuntungan kepada istri untuk jajan anak-anak," terang bapak dua anak ini.

Anggota Satreskoba Polres Tanjung Perak menangkap Maulid di Jalan Irawati. Saat itu Maulid sedang transaksi sabu dengan Mistori. Petugas menyita sabu seberat 0,2 gram.

Setelah menangkap di Jalan Irawati, petugas mengeler Maulid ke rumahnya.

Petugas menemukan 65 poket sabu seberat 31,1 gram di almari. Petugas juga menyita uang sebesar Rp 500.000 hasil penjualan sabu.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete mengatakan tersangka menjual sabu secara eran. Tersangka mematok harga sabu antara Rp 150.000-350.000 per poket.

Sejak menggeluti bisnis ini, tersangka tidak pernah menggunakan jasa kurir. Dia mengedarkan sendiri narkoba berbentuk serbuk kristal tersebut.

"Dia sendiri yang mengantarkan sabunya," kata Takdir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved