Berita Probolinggo

Panitia Jazz Gunung Sediakan Free Shuttle Bus untuk Jama'ah Al-Jazziyah

Namun, Jama'ah Al-Jazziyah (sebutan pengunjung Jazz Gunung) tidak perlu khawatir mengenai akomodasi dari penginapan ataupun pelataran parkir tersebut

Panitia Jazz Gunung Sediakan Free Shuttle Bus untuk Jama'ah Al-Jazziyah
surya/neneng uswatun hasanah
Jama ah Al-Jazziyah memanfaatkan fasilitas Shuttle Bus gratis dari panitia Jazz Gunung 2016. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Jarak pelataran parkir wisata Bromo hingga venue acara Jazz Gunung 2016 sejauh 3 km dengan jalanan menanjak, tentu membuat pengunjung harus menempuh perjalanan lanjutan dengan transportasi komersil setelah memarkirkan kendaraan mereka.

Namun, Jama'ah Al-Jazziyah (sebutan pengunjung Jazz Gunung) tidak perlu khawatir mengenai akomodasi dari penginapan ataupun pelataran parkir tersebut hingga venue acara Jazz Gunung 2016 karena panitia telah menyediakan fasilitas Free Shuttle Bus yang siap sedia mengantar jemput pengunjung dari pelataran parkir hingga venue acara, dan sebaliknya.

Ada 4 Shuttle Bus yang tersedia untuk mengantar jemput sekitar 2.000 Jama'ah Al-Jazziyah yang membutuhkan kendaraan.

Menurut Ahmad, salah satu pengemudi Shuttle Bus, panitia Jazz Gunung menyewa 4 Shuttle Bus dari pukul 12.00 WIB hingga selesai acara dan pengunjung telah habis diantarkan ke pelataran parkir atau penginapan seluruhnya, selama dua hari (19-20/8/2016).

"Satu hari tiap Shuttle Bus disewa dengan harga Rp 650 ribu. Kami (pengemudi Shuttle Bus) sih senang-senang saja karena hari biasa pendapatan tidak sampai sekian," katanya pada SURYA.co.id, Jumat (19/8/2016).

Di dalam fasilitas Shuttle Bus gratis itu, para pengunjung juga bisa leluasa berbincang dengan sesama pecinta musik Jazz. Contohnya Niken Arimbi, pengunjung asal Malang yang kemudian akrab dengan Shinta, pengunjung asal Surabaya sesama penyuka Jazz.

"Tadi berkenalan di Shuttle Bus, seru jadi tambah teman," ujar Niken yang sudah kali kedua menonton Jazz Gunung.

Shuttle Bus akan berangkat meskipun kursi penumpang belum penuh. Biasanya, pengemudi Shuttle Bus akan menunggu berapa lamapun hingga semua kursi penuh sebelum memberangkatkan mobil ketika beroperasi di hari biasa.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan untuk para pengunjung.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved